[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 27/5/2022]
Biduk warsa bersauh ulang
Di bulan ini,
Mei Jubileum bulan edukasi negeri ini
Upaya suatu negeri lusuh membenahi yang di depan hidungnya
Itikad baik harus bersambut
Realita bersilang diktum?
Apa kabar?
Pendidikan semua kalangan: ‘tuk kalangan mana?
kalangan berpenghasilan?
kalangan berkekuasaan?
atau kalangan makmur nan kenyang warisan?;
warisan terhimpun dari pekik mereka yang jemu diperas dan kelaparan
Ndakik sekali yang diutarakan, sekonyong mendekati Tuhan
Memuja semu logika dan kewarasan
sayang, jelma sempurna anjing peliharaan
dengan transenden manis tersemat
Bersamaan berdiri representasi menara gading itu sendiri;
Di tengah hutan rapat kumuh rumah, jalan, rakyat, tikus, kecoa, dan nyamuk berjejal.
Ku bersumpah pada 9 polisi tidur Kalidami,
Pada pelat seng pemisah nyatanya kesenjangan Manyar-Jojoran,
Atau riuh rusuhnya Gubeng Masjid bersama makam bercampur langgar,
bersisian pasar dengan kandang ayam berikut ingar kokok serupa kereta api seberang sana
Mereka duduk rapi di atas penuh omong kosong
Atas nama industri berbungkus edukasi
menyatu kerumun masyarakat luas,
dengan membangun “tembok” jelas jua lugas: pemisah batas ruang akademik dengan ruang hidup rakyat
Semakin tinggi mulut akademisi;
kontras dengan tatap ragu mereka esok hari perihal nasi.
Karya: Fahreza Rakha Winatra Atmaja
Editor: Wahyu Rizqi
