Thursday, 5 November 2026
Berita / Luar kampus / Seputar kampus

Demo Pakai Almamater atau Tidak? Korlap dan Presbem UNAIR Buka Suara

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
sumber pribadi: Dinda

Aksi bertajuk “Seruan Aksi Ksatria Airlangga” dengan tagar #CegahIndonesiaSemakinSuram memanggil seluruh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) untuk turun ke depan Gedung Grahadi, Surabaya pada Rabu, 17 Juni 2026. Sesuai dengan yang tertera pada poster seruan di laman Instagram @sospolbemunair, massa mahasiswa diarahkan berkumpul di depan Gedung Pascasarjana Kampus B UNAIR pada pukul 10.00 mengenakan dress code baju hitam dan almamater. Uniknya, penggunaan jas biru berlogo Garuda Mukti ini pun menjadi  topik yang diperdebatkan di kalangan pengunjuk rasa.

Arsandi, koordinator lapangan (korlap) dari Fakultas Hukum UNAIR, menyebut bahwa perkara almamater sempat menimbulkan pertengkaran. “Terkait turun aksi itu menggunakan almet atau engga, itu sering kali menjadi obrolan waktu konsolidasi, bahkan sempat terjadi pertengkaran terkait hal tersebut. Namun, pada hasil konsolidasi kemarin itu semua sepakat bahwasanya kita tetap turun menggunakan almamater, tapi untuk yang tidak ber-almet tidak apa-apa, tetap kita turun sebagai satu aliansi mahasiswa, bagi satu aliansi masyarakat yang resah terhadap kebijakan yang ada,” ujarnya. Pria yang kerap dipanggil Sandi itu juga menambahkan bahwa terdapat mahasiswa yang hadir atas nama pribadi. “Dari masyarakat kampus ada yang turun atas nama pribadi, bukan atas nama mahasiswa.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Senja, Presiden BEM UNAIR. “Kami mempersilakan mau pakai almet atau tidak. Cuma, kami dari instansi BEM UNAIR dan aliansi BEM se-UNAIR bersepakat pakai almamater untuk pertanggungjawaban dan untuk pengamanan massa aksi, tapi dengan catatan bahwa ketika teman-teman atau masyarakat (ada) yang tidak ingin pakai almet, termasuk mahasiswa UNAIR, kami persilakan untuk masuk dan termasuk dalam massa aksi.” Ketika ditanya apakah ada massa selain mahasiswa yang sudah bergabung dalam aksi tersebut, Senja menjawab, “Sementara (pukul 14.55) belum ada.”

Gusti, Menteri Kajian Aksi dan Isu Strategis (Kastrat) BEM FIB UNAIR, yang juga berperan sebagai korlap, melihat bahwa terdapat mahasiswa FIB yang memakai almamater dan yang tidak. “Kalau dari FIB ada yang memakai almamater, ada yang tidak memakai almamater dari tadi aku lihat.” Namun, pria yang juga tidak mengenakan almamater itu mengaku tidak dapat tahu dengan pasti apakah ada massa non-mahasiswa yang bergabung dalam aksi. “Kalau masyarakat, saya masih belum melihat, karena saya gak bisa men-screening (apakah) ini adalah mahasiswa atau masyarakat umum, begitu.”

Fakta di lapangan menunjukkan adanya berbagai kelompok massa yang mayoritas berpakaian bebas hitam dan tidak bergabung dengan massa mahasiswa. Banyak dari mereka hanya menyaksikan unjuk rasa dari sekitar Taman Apsari dan trotoar yang elevasinya lebih tinggi daripada jalanan tempat aksi. Namun, ada pula yang tampak ikut turun ke jalan dan bermain sepak bola ketika massa UNAIR mulai bergeser ke arah timur menjelang pukul 16.00. Hingga saat itu, belum dapat diketahui secara pasti apakah massa yang tidak beralmamater tersebut merupakan mahasiswa atau bukan.

Reporter: Agiesya, Dinda, Rani, Sam

Editor: Medin

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *