Program Kerja Latihan Rutin (Proker Latrut) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (HMD Sasindo FIB UNAIR) mengalami penundaan selama dua bulan. Awalnya, latrut direncanakan mulai berlangsung pada bulan April, tetapi tertunda hingga bulan Juni. Hal ini disebabkan oleh perizinan pemakaian lapangan belakang gedung FIB UNAIR yang dinilai sulit. Proker latrut merupakan proker dari Divisi Minat dan Bakat (minbak) HMD Sasindo yang ditujukan untuk menaungi dan mengembangkan bakat khusus di bidang olahraga mahasiswa Sasindo.
Farhan, selaku Ketua Himpunan Mahasiswa (kahima) Sasindo menyatakan adanya kesulitan perizinan lapangan belakang gedung FIB menyebabkan latihan rutin tertunda. “Proker ini baru terlaksana di bulan Juni dikarenakan masalah perizinan lapangan belakang yang sangat sulit. Hal tersebut membuat proker latihan rutin ini baru dapat dilaksanakan di bulan Juni yang akhirnya kami harus mencari lapangan di luar kampus untuk mengadakannya.” Pernyataan tersebut juga didukung oleh Aurel selaku ketua divisi (Kadiv) minbak HMD Sasindo. “…kita nunda karena kita emang berusaha untuk nembus itu (perizinan lapangan belakang gedung FIB) dulu. Karena kan persuratan susah juga ya, dan lama. Jadi kayak harus nunggu beberapa hari kerja dan emang ga bisa.”
Di sisi lain, Aurel juga menambahkan bahwa lapangan badminton di Gedung ASEEC UNAIR dan lapangan di belakang Gedung FIB belum dapat digunakan untuk kegiatan sekelas HIMA. “Kalo yang basket atau futsal itu di lapangan belakang, kalau yang badminton tuh di Lapangan ASEEC. Tapi ternyata buat sekelas HIMA itu belum bisa buat ngelaksanain latrut di lapangan belakang dan ASEEC,” ujar Aurel.
Aurel juga menyatakan bahwa terdapat alternatif lain yang bisa dipertimbangkan sebagai lokasi untuk latihan rutin ini, yaitu di lapangan Kampus C UNAIR. “Info juga kalo di lapangan kampus C itu bakal bisa kalo buat latihan rutin, nggak sepadat yang di kampus B. Itu bisa jadi alternatif untuk kedepannya.” Ujarnya.
DF, salah seorang mahasiswa Sasindo, mengaku mendapatkan akses informasi untuk latrut badminton, latrut pertama setelah tertunda, melalui media sosial resmi himpunan. “Kalau sejauh ini, mungkin sementara itu hanya latihan rutin badminton. Untuk latihan rutin cabor lain sejauh ini belum ada info,” ujarnya. Sementara itu, seorang mahasiswi Sasindo, Lintang, menyatakan bahwa ia tidak tahu tentang latrut yang diadakan oleh HMD Sasindo.
Program kerja ini kedepannya direncanakan untuk dilaksanakan sebanyak dua kali dalam sebulan. Aurel berharap bahwa mahasiswa Sasindo semakin berminat dengan olahraga. “Harapannya sih semoga SDM (Sumber Daya Manusia) Sasindo nih semakin minat dengan olahraga agar kita yang membuat latrut tuh juga merasa tidak sia-sia.”
Penulis: Andin, Arya, Rani
Editor: Rani
