[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 16/7/2022]
Beberapa minggu terakhir, dunia maya sedang heboh membincangkan fenomena Citayam Fashion Week. Istilah “Citayam Fashion Week” ini merupakan sebutan untuk ajang street fashion yang dilakukan oleh para remaja dari kawasan Citayam, Bojonggede, Depok, hingga Bekasi di kawasan Sudirman Central Business District atau yang lebih dikenal dengan SCBD, Jakarta Selatan.
Kawasan SCBD semula merupakan kawasan bisnis yang dipenuhi oleh kaum pebisnis dan pekerja dari kalangan menengah ke atas. Namun saat ini, kawasan SCBD juga telah menjadi daya tarik bagi para remaja sebagai tempat nongkrong atau sekadar menghabiskan waktu bersama rekan-rekan. Tak hanya itu, para remaja yang memenuhi kawasan SCBD untuk sekadar nongkrong, kerap berdandan nyentrik hingga mencuri perhatian publik. Fenomena ini kemudian melahirkan istilah “Citayam Fashion Week” hingga akronim SCBD yang kini diplesetkan menjadi “Sudirman Citayam Bojonggede Depok”. Berikut fakta-fakta menarik dibalik Citayam Fashion Week yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Kawasan Bisnis Sudirman Berubah Menjadi Tempat Nongkrong Remaja Citayam dan Bojonggede Para remaja dari kawasan Citayam Bojonggede kerap nongkrong di kawasan Sudirman tiap akhir pekan. Banyak hal yang dilakukan para remaja tersebut, seperti kulineran pinggir jalan, ngopi dan bersantai bersama rekan sejawat, berfoto ria bak model, hingga membuat konten media sosial dengan memakai segenap outfit nyentrik. Bahkan, ada yang mengaku bahwa alasan bermain-main di kawasan Sudirman ialah untuk mencari pacar.
2. Menjadi Ajang Unjuk Kreativitas Gaya Berpakaian Para remaja yang memadati kawasan Sudirman berlomba-lomba menggunakan gaya berpakaian unik dan nyentrik untuk mencuri perhatian publik. Mulai dari kacamata hitam, kemeja flanel, celana jeans sobek, crop top, baju oversize, hingga topi ala era 90-an yang dipadu-padankan begitu apik. Begitu beragam outfit yang ada hingga memunculkan istilah “Citayam Fashion Week”, yang mana fenomena tersebut hadir mewarnai akhir pekan. Bahkan, zebra cross yang digunakan untuk penyebrangan dialihfungsikan menjadi catwalk dadakan oleh para remaja ini.
3. Mendapat Sorotan Langsung dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa fenomena SCBD dan Citayam Fashion Week merupakan bagian dari demokratisasi jalan. Ruang-ruang publik yang tersedia tersebut tidak hanya dapat dinikmati oleh kalangan menengah keatas, melainkan juga seluruh kalangan boleh memanfaatkan fasilitas yang ada.
“Bukan saja mereka yang bekerja di kawasan ini yang bisa berjalan kaki leluasa tapi warga Jabodetabek juga menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi satu-satunya di republik ini,” ujar Anies dikutip dari tirto.id.
Selain itu, Anies juga mengatakan bahwa menurutnya ruang publik yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta itu merupakan tempat untuk menyatukan dan menyetarakan seluruh kalangan yang datang dan menikmati fasilitas.
“Kita mencoba membuat ruang yang mempersatukan, ruang ketiga yang menyetarakan, dan biarkan mereka menikmati tempat ini dengan caranya masing-masing,” ucap Anies dikutip dari tirto.id.
Meskipun tidak ada larangan dalam menikmati ruang-ruang publik di kawasan Sudirman ini, Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan imbauan agar senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban bersama.
Reporter: Yezalya
Editor: Putri Tariza
