Saturday, 7 November 2026
Puisi / Sastra

Ratapan Hantu Toroan

Oleh : : - Waktu Baca 2 menit
Woman 1820868
Sumber: pixabay.com/Sasin Tipchai

[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 18/7/2022]

Karya: Muhammad Jibril

di bawah deru air memeluk bumi

duduk ia pria paruh baya

Birenggono menangis di depan mata istrinya.

Curiga-curiga hanya membawa nestapa.

Kecurigaan dengan cepat menarik ajal.

Air terjun itu adalah mata yang menangis.

kesetiaan yang diragukan.

Sebelum makam itu digali, Sitti Fatimah telah hidup sebagai aliran sungai.

Dari sana ia dapat melihat tubuh suaminya terbujur kaku.

di tempat yang tinggi, keras.

Pada hari kamis, Ba’da Isya’

Birenggono akan turun dan menangis di depan mata istrinya.

Sitti Fatimah yang turun memeluk bumi.

Melihat penyeselan dalam diri suaminya. juga dalam dirinya.

Malam itu, cinta terasa begitu nyeri.

Air terjun begitu tenang. hingga tangis keduanya menelusup ke telinga orang-orang Toroan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *