Saturday, 7 November 2026
Film / Review

Review Film: Pawn

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
Pawn 1 Viu Slide Banner
Sumber: viu.com

Selain dikenal sebagai bulan peringatan hari Pahlawan, bulan November juga bertepatan dengan Hari Ayah Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November. Salah satu film yang cocok untuk ditonton bersama keluarga adalah film Pawn.

Film Pawn adalah film asal Korea Selatan yang mengangkat cerita tentang keluarga. Film ini dirilis pada tahun 2020 dan disutradarai oleh Kang Dae Kyu. Film Pawn menceritakan tentang seorang rentenir bernama Doo-Seok dan Jong-Bae yang harus menagih hutang seorang perempuan di tahun 1993. Doo-Seok meminta perempuan yang bernama Myung-Ja untuk membayar hutangnya. Akan tetapi, karena keterbatasan ekonomi Myung-Ja tidak bisa memberikan uang sepeserpun kepada Doo-Seok sehingga Doo-Seok terpaksa menjadikan anak Myung-Ja yang bernama Seung-Yi sebagai jaminan. Hal ini dilakukan karena Doo-Seok percaya bahwa seorang ibu akan melakukan apapun untuk anaknya.

Dalam perjalanannya mencari bantuan untuk mendapatkan Seung-Yi kembali, Myung-Ja ditangkap polisi setempat karena statusnya sebagai imigran gelap dari China. Singkat cerita, setelah kesepakatan antara Doo-Seok dan Myung-Ja, Seung-Yi terpaksa diserahkan kepada pamannya yang diharapkan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik. Alih-alih mendapatkan kehidupan berkecukupan, Seung-Yi kecil dijual untuk dijadikan pembantu di club malam oleh seorang laki-laki yang ternyata menipu Myung-Ja.

Mengetahui hal tersebut, Doo-Seok memutuskan untuk menyelamatkan Seung-Yi dan mulai merawatnya sebagai anak. Membelikan makanan, mengajak jalan-jalan, bahkan disekolahkan sampai Seung-Yi beranjak dewasa. Doo-Seok melakukan apapun untuk Seung-Yi. Bertindak seolah-olah ayah dan anak kandung pada umumnya. Perlakuan hangat inilah yang pada akhirnya menumbuhkan rasa saling sayang diantara keduanya. Bahkan, ketika Seung-Yi dipertemukan dengan ayah kandungnya, Seung-Yi tetap memilih untuk kembali kepada Doo-Seok sebagai seseorang yang telah merawatnya dari kecil dan mengorbankan segalanya untuk kehidupan Seung-Yi.

Di awal cerita, sosok Doo-Seok digambarkan sebagai seorang laki-laki kasar dan mengintimidasi. Namun, seiring berjalannya waktu, Doo-Seok mulai memperlihatkan sisi hangat dalam dirinya. Doo-Seok mampu merawat dan memberikan kasih sayang melimpah kepada Seung-Yi melebihi ayah kandungnya. Tidak hanya memasukkan adegan yang mengharukan, film ini juga menyisipkan sedikit komedi yang mampu menghibur penonton. Kehadiran tokoh Jong-Bae dengan segala tingkahnya mampu sedikit mencairkan suasana sehingga adegan yang ditampilkan tidak melulu serius.

Meskipun begitu, film ini tetap saja menjadi salah satu film keluarga yang menguras air mata dan menghangatkan hati penikmatnya.   Pembawaan aktor yang sangat mendalami peran didukung dengan visualisasi yang keren menjadikan film ini tidak hanya menyajikan cerita klise tetapi juga mampu mengaduk emosi penikmatnya. Membawa penonton ikut merasakan bagaimana hangatnya kasih sayang dari sosok ayah meskipun bukan dari keluarga asli. Film ini menggambarkan bahwa kekeluargaan tidak harus terjalin dengan yang sedarah saja tetapi juga bisa didapatkan dari orang lain yang bahkan tidak dikenal sebelumnya. Terkadang, kasih sayang yang didapatkan lewat orang asing jauh lebih baik dari keluarga sendiri. 

Penulis: Widya

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *