Saturday, 7 November 2026
Berita / Seputar kampus

Pembukaan Pameran “The Art Rendezvous”

Oleh : : - Waktu Baca 2 menit
Sumber: Dok. Pribadi/ Imam Gazi

Pekan ini (7/3) suasana Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tak seperti biasanya, tepatnya di lantai satu Lobby utama berjajar kurang lebih 40 lukisan dari Seniman Adhicipta Art Community. Kegiatan yang bertajuk Pameran Bersama dari 23 pelukis ini mengusung tema “The Art Rendezvous”. Adhicipta Art Community dalam kegiatan ini bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya, BEM FIB, dan Magister Kajian Sastra dan Budaya. Kegiatan ini dibuka langsung Oleh Dekan FIB, Prof.Dr Purnawan Basundoro S,S. M.Hum,. serta penampilan baca puisi oleh penyair terkemuka, K.H. Zawawi Imron.

Ada beberapa hal yang menarik pada kegiatan pameran kali ini, pameran yang umumnya berlangsung di ruang seni, fasilitas umum, ataupun museum semua itu dihancurkan dengan “memasukan” lukisan-lukisan ke ruang perguruan tinggi. Tentu bukan tanpa alasan hal ini dilakukan, mengingat tidak terbatasnya ruang bagi para pelaku seni dalam mengekspresikan dan mengkomunikasikan setiap karyanya. Terlepas dari hal tersebut, sudah selayaknya para civitas academica kampus khususnya yang mengkaji sastra dan ilmu budaya menilai kegiatan ini sebagai paradigma baru. Bagaimana kemudian ruang berkarya dan apresiasi mendapat perhatian yang lebih dengan kajian mendalam dari berbagai teori yang ada.

Sebagai salah satu Mahasiswa FIB, penulis merasakan “prihatin” ketika pertama mendengar akan dilaksanakannya kegiatan pameran ini. Muncul pertanyaan apakah para seniman harus “memasukkan” karyanya terlebih dahulu ke kampus agar para orang berpendidikan tinggi mau mengkaji karyanya atau sekedar menelanjangi makna yang disampaikan. Sebenarnya indikator ini tidak menjadi satu-satunya hal yang membuat penulis merasakan keprihatinan, ada euforia yang meledak-ledak yang kerap terjadi di kalangan mahasiswa ketika suatu kegiatan dihadiri tokoh “ternama” idola mereka. Fenomena ini hampir melanda semua kegiatan yang dilaksanakan di kampus, antusiasme mahasiswa bukan lagi tentang substansi kegiatannya namun sekedar pemuas euforia belaka.

Pada akhirnya semua kegiatan mahasiswa akan berlomba-lomba memuaskan euforia tersebut daripada substansinya. Kegiatan Lukisan Masuk Kampus ini seharusnya dimanfaatkan untuk belajar dan menambah wawasan baru terkait seni rupa yang kemudian dikaitkan dengan apa yang diperoleh dari pembelajaran di kelas.

Reporter : Imam Gazi Al Farizi

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *