Saturday, 7 November 2026
Berita / Luar kampus

Menebar Kebaikan dengan Kegiatan Nasi Darurat di Surabaya

Oleh : : - Waktu Baca 4 menit
Wrapped 5827274
Sumber: pixabay.com/ Azzaryiatul Amar

Nasi Darurat Surabaya, yang dipelopori oleh Faizal Abdillah, merupakan sebuah kegiatan yang di dalamnya kita bisa memberikan bantuan berupa makanan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Kegiatan tersebut diikuti oleh volunteer dan cukup fleksibel karena tidak ada patokan waktu dan tempat dalam pembagian Nasi Darurat. Pemesanan Nasi Darurat juga dapat langsung menghubungi Faizal.

Faizal Abdillah atau yang akrab disapa dengan Izal merupakan seorang mahasiswa Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya yang juga bekerja sampingan sebagai pengemudi Ojol (Ojek Online), kini berhasil memelopori kegiatan Nasi Darurat di Surabaya. 

Dalam wawancara (14/05), ia menuturkan latar belakang membuat kegiatan Nasi Darurat di Surabaya awalnya terinspirasi dari Stefan, yaitu sosok yang pertama kali menggagas kegiatan Nasi Darurat di daerah Yogyakarta. 

Di Surabaya, akar masalah dari kegiatan Nasi Darurat sama-sama berangkat dari kawan-kawan Izal yang terkadang hanya minum air saja dan belum makan apa-apa, serta Izal yang terancam ingin mengambil cuti kuliah di semester enam karena ada tunggakan pembayaran. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus menebar kebaikan dengan jalan Nasi Darurat ini.

Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan pada akhir bulan Februari 2023 dan berlokasi di daerah Jojoran, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Ada sekitar tujuh orang sebagai volunteer yang kebanyakan dari pekerja dan sisanya dari kalangan mahasiswa. Izal juga mengungkapkan bahwa tidak ada target jumlah volunteer. Target volunteer ini akan dapat bertambah dan terbuka untuk siapapun. Jadi ada kesadaran kawan-kawan untuk saling membantu. 

Izal dan kawan-kawannya pernah membuat makanan sendiri jika daerah sasarannya dapat  dijangkau. Namun, ada beberapa hal yang membuat mereka memutuskan mereka membelikan makanan saja karena dapat memakan waktu pembuatan dan juga ditakutkan mubazir sebab permintaannya tidak menentu. 

Kendalanya, daerah di Surabaya belum bisa dijangkau sepenuhnya, seperti daerah Surabaya Barat, ujung Surabaya Timur, dan ujung Surabaya Utara. Jika ada permintaan dari daerah tersebut, maka akan dipesankan makanan via online dengan aplikasi tertentu. 

Tanggapan dari warga sekitar mengenai Nasi Darurat cukup beragam, ada yang pro dan kontra. “Beberapa orang ada yang pro-kontra, ada yang setuju (karena) menganggap membantu (yang membutuhkan). Sedangkan yang kontra menganggap (jika) nanti orang-orang bakal ketergantungan. Selama berkegiatan, yang memang membutuhkan itu masih banyak,” ujar Izal.

Syarat dan cara untuk mendapatkan Nasi Darurat tidak lah sulit. Pemesanan dapat langsung  menghubungi Izal karena mereka tidak mempunyai akun media sosial khusus untuk kegiatan ini. Sedangkan waktu untuk mendapatkan Nasi Darurat, tidak ada patokan di tanggal berapa dan hari apa akan tersedianya Nasi Darurat. Jika benar-benar ada yang membutuhkan dan para volunteer juga tidak ada kesibukan lain, maka mereka akan dengan siap sedia membantu. 

“Open donasi tetap terbuka, tetapi mereka tidak mau seperti nyantumin di sosial media, yang mau bantu ya silahkan. Kalau mau bantu yang lain juga disilahkan mungkin tenaga, logistik, kami terbuka sekali,” tutur Izal.

“Harapan untuk kegiatan Nasi Darurat ini semoga bisa menjangkau ke segala tempat karena juga masih terbatas dari logistik, tenaga, dan lain -lain. Jadi untuk sekarang yang ada di bantu dulu. Padahal pengennya bantunya juga menyeluruh sampai daerah yang belum terjangkau,” pungkas Izal. 

Kegiatan Nasi Darurat ini memang tidak didokumentasikan dan penerima bantuan makanan pun juga dirahasiakan. Menurut mereka tidak semua orang nyaman dengan hal itu. 

Repoter : Fadhila Khusnul Na’imah

Editor: Rizmay Ananda

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *