
Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FIB Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan uji publik untuk calon ketua pelaksana Ghardana Dekan Cup 2024 dan Festival Budaya FIB UNAIR 2024, Jumat (26/04) atas permintaan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga. Adapun fungsi serta tujuan dari uji publik ini tak lain menciptakan sebuah forum untuk menguji sejauh mana komitmen dan kesiapan calon-calon ketua pelaksana dalam kedua event besar di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya tersebut sekaligus.
Ghardana Dekan Cup adalah sebuah event yang dinaungi oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga BEM FIB UNAIR yang tujuan utamanya adalah menjadi ajang perhelatan olahraga bagi mahasiswa FIB. Sedangkan Festival Budaya merupakan event yang menyelenggarakan perhelatan kompetisi kebudayaan dan kesenian yang ditujukan bagi jenjang SMA/sederajat yang dinaungi oleh Kementrian Seni dan Budaya BEM FIB UNAIR.
Kegiatan uji publik ini dilaksanakan secara luring dan diperuntukkan untuk umum di mana setiap kalangan mahasiswa boleh menghadiri serta turut berdiskusi dengan kedua calon ketua pelaksana kegiatan tersebut. Dalam wawancaranya, Azzahra Isatilova selaku Wakil Presiden BEM FIB UNAIR menyampaikan bahwa agenda uji publik ini diselenggarakan sebagai bagian dari alur persiapan baku yang telah ditetapkan secara konstitutsional, “Ini adalah sebuah komitmen bersama untuk merealisasikan berbagai agenda besar yang kita miliki secara matang, uji publik ini akan menentukan ketetapan atas pencalonan ketua pelaksana terkait yang kelak akan diputuskan secara final pada rapat kabinet BEM FIB UNAIR mendatang” tegasnya.
Uji Publik dimulai dengan sambutan pembuka dari Ketua BEM FIB UNAIR yang diwakili oleh Wakil Presiden BEM FIB UNAIR, Azzahra Isatilova. Dalam sambutan singkatnya, ia menyampaikan harapan serta apresiasinya atas terselenggaranya agenda uji publik ini. “Besar harapan, uji publik ini mampu memberikan ruang demokratis yang evalutif serta cukup untuk memberikan kesempatan bagi publik untuk mengenali para calon ketua pelaksana pada event-event besar ini” ucapnya. Setelahnya, ucapan terimakasih disampaikan pula oleh Wakil Komisi III BLM FIB UNAIR kepada segenap pihak yang turut berpartisipasi dalam agenda uji publik kali ini.
Selanjutnya, pemandu acara membuka sesi utama agenda uji publik ini yakni sesi pengenalan serta pemaparan grand design yang dilakukan masing-masing calon ketua pelaksana, dimulai dari pemaparan yang dilakukan oleh Allende Jundystabit Arraniri sebagai calon ketua pelaksana Ghardana Dekan Cup 2024 dari program studi Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2023; lalu setelahnya dilanjut oleh Cahya Surya Laksana Gunawan dari program studi Bahasa dan Sastra Jepang angkatan 2022 sebagai calon ketua Festival Budaya 2024. Kedua caketupel ini bisa dibilang berhasil dalam menjabarkan konsep acara serta pembaruan kepada para audiens.
Sesi lanjutan yang dilakukan pasca sesi pemaparan grand design dari kedua calon Ketupel ini adalah sesi tanya jawab serta dengar pendapat yang disampaikan oleh para panelis dan para peserta. Sesi tanya jawab ini menjadi wadah demokratis bagi para panelis dan peserta untuk mempertanyakan serta mempertegas gagasan serta konsep yang dibawa oleh masing-masing calon ketua pelaksana. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para audiens kepada masing-masing calon ketupel bermacam-macam, tetapi ada tiga besar persoalan yang disorot oleh para panelis dan peserta, ketiga garis besar persoalan tersebut merupakan persoalan-persoalan vital yang menjadi evaluasi atas penyelenggaraan agenda di tahun sebelumnya. Adapun tiga garis persoalan yang disorot yakni soal pendanaan dan pengeluaran; soal bagaimana alur komunikasi di jalankan, baik kepada internal maupun pihak eksternal; serta soal regulasi perizinan yang acap kali rumit dan kompleks. Tiga persoalan tersebut lah, berdasarkan penuturan dari para panelis dan peserta, yang merintangi berjalannya kedua event tersebut selama ini.
Meskipun cukup mendapat antusiasme, bukan berarti uji publik ini berjalan sesuai dengan rencana. Terdapat masalah yang dihadapi, yaitu jadwal yang mengalami delay. Kegiatan ini dijadwalkan dimulai pada pukul 14.00 WIB sampai selesai. Namun, yang terjadi dilapangan tidak demikian. Seperti yang sudah-sudah, waktu kegiatan mundur selama satu jam. Menurut Sultan Iskandar selaku anggota Komisi 3 BLM dan juga selaku panitia pelaksana uji publik, mundurnya jadwal ditengarai oleh keterlambatan dari panelis. “Alasan mundurnya jadwal tersebut gara-gara pure keterlambatan dari panelis karena satu dan lain hal, bukan karena kami selaku panitia. Jadi, ngaretnya acara benar-benar diluar kendali kami panitia” tuturnya.
Reporter: Deo Ramdani Chaerudin
Editor: Syahirul Gama Afghani
