Saturday, 7 November 2026
Luar kampus

Adakan Kelas Menulis, Menulis.id Ajak Masyarakat Tingkatkan Keterampilan Menulis di Era Digital

Oleh : : - Waktu Baca 4 menit
Kelas Menulis
Kelas Menulis
Kelas Menulis oleh MenulisID (LPM SITUS/Dyas)

Sebuah kelas menulis diadakan oleh komunitas menulis bernama Menulis.id pada Minggu (30/06) malam. Kelas menulis dengan topik “Kelas Menulis Media Massa: Mengasah Keterampilan Menulis di Era Digital” yang diadakan secara daring tersebut dihadiri oleh kurang lebih 48 peserta dari berbagai kalangan. Peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Madiun, Medan, Aceh, dan lainnya. Materi terkait seluk-beluk kepenulisan disampaikan oleh Yuliana Kristianti, seorang jurnalis yang pernah berpengalaman menulis di media seperti Jawa Pos, Detik Bandung, Geotimes, dan Pikiran Rakyat.

Kelas menulis tersebut diadakan sebagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan penulis terutama di era digital. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya adaptasi dalam gaya penulisan yang sesuai dengan platform digital. Mereka juga diberikan wawasan tentang cara menulis yang efektif dan menarik agar dapat bersaing di dunia media yang semakin cepat dan dinamis. Dengan keterampilan yang terus diasah, para penulis dapat lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di era digital.

Kegiatan kelas menulis diawali dengan perkenalan pemateri dan dilanjutkan dengan pemaparan materi. Materi yang dipaparkan di antaranya terkait pengetahuan tentang jenis-jenis tulisan, tips dan trik dalam menulis teks berita maupun opini, hingga informasi tentang aturan menulis beberapa media berita di Indonesia. Pemaparan materi kelas menulis selanjutnya diikuti dengan sharing session berisi kegiatan tanya jawab bersama peserta dengan topik terkait kepenulisan di media massa. Yuliana, selaku pemateri juga memberikan tips agar terus konsisten dan mempunyai semangat menulis. Selain itu, Yuliana berbagi pengalamannya tentang penolakan yang ia alami saat mencoba mengirimkan tulisannya ke berbagai media. Meski sering ditolak, ia menjadikan penolakan tersebut sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk terus memperbaiki kualitas tulisannya. Yuliana menekankan pentingnya melihat penolakan sebagai kesempatan belajar.

Atas perkembangan berbagai model media berita di era digital, Yuliana juga menanggapi fenomena kepopuleran beberapa platform media online tertentu yang menyajikan berita secara singkat di media sosial di antara kalangan generasi muda. “Kalau menurut pendapat aku sah-sah aja, selama berita yang mereka sampaikan bisa dipertanggungjawabkan dan bukan informasi yang menyesatkan. Kalau terkait gaya mereka aku setuju, karena itu selingkungnya. Ini jadi kritik juga buat media massa konvensional. Mereka perlu bercermin bagaimana untuk bisa mengikuti pasar terkini. Bagaimana caranya mereka menyampaikan (berita) melalui media sosial yang populer di kalangan remaja dan orang-orang berbagai usia,” ungkapnya. 

Antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan keinginan kuat untuk mengembangkan keterampilan menulis mereka di era digital ini. Beberapa alasan mereka mengikuti kelas menulis ini juga bermacam-macam, di antaranya, “Karena aku kerja sebagai content writer,” tulis seorang peserta di kolom chat. “Suka nulis kak, mau cari insight baru soal nulis,” tambah peserta lainnya. Atas permintaan dan antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan belajar juga, komunitas Menulis.id berencana mengadakan kelas menulis lain dengan topik kepenulisan yang berbeda. Topik yang berencana diangkat adalah terkait Search Engine Optimization (SEO) yang diperlukan dalam menunjang kemampuan menulis di media massa online.

Yuliana juga memberikan closing statement, “Media massa ada untuk dibaca semua orang. Jadi jangan pakai bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh kalangan tertentu. Tujuan kita menulis di media massa adalah menyadarkan semua orang publik, bahkan tukang becak, penjual koran, dan semua orang bisa baca itu. Jadi teman-teman perlu menyesuaikan pemilihan bahasanya agar diterima semua orang, dan karena ada media massa itu ada, seharusnya kita manfaatkan. Jadi, ini tugas kita bersama untuk menunjukkan pada publik mana yang benar,” Kelas berakhir dengan penutupan yang memberikan motivasi dan pandangan baru bagi para peserta.

Reporter : Dyas, Erina

Editor: Maya 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *