Saturday, 7 November 2026
Berita / Seputar kampus

Polemik Pasangan Calon Tunggal PEMIRA BEM UNAIR 2026: Solusi Legal dan Transparan dari MPM dan PPK

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
Sumber pribadi - Arya

(06/03/2026) – Safari Kampus Rumpun Humaniora menjadi rangkaian kedua kegiatan Pemilu Raya (PEMIRA) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga periode 2026 kali ini diselenggarakan di Fakultas Vokasi. Pasangan nomor urut 01, M. Rizqi Senja Virawan (Fakultas Hukum), resmi menyalonkan dirinya sebagai Presiden didampingi oleh Shintya Iftitah Dzikrullah (Fakultas Ilmu Budaya) sebagai Wakil Presiden. 

Safari Kampus Rumpun Humaniora yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Program Penguatan Kapasitas (PPK) ini dibuka untuk seluruh perwakilan ORMAWA, LPM, dan peserta umum. Kurang lebih sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan di siang hari ini, sebagian di antaranya merupakan tim sukses yang turut mendukung pasangan calon.

Menurut pengakuan Dinar, Ketua PPK BEM Universitas Airlangga 2026, MPM dan PPK sendiri sudah mengusahakan transparansi dari awal pendaftaran hingga dilakukannya perpanjangan masa rekrutmen.

“Jadi sebenarnya sudah kami umumkan pendaftaran terbuka dari jam 10.00 hingga jam 17.00. Pada saat itu, yang meminta untuk di-extend hanya dari paslon 01 yang hendak mendaftar,” tuturnya.

Segera setelah permintaan perpanjangan waktu dari pasangan calon 01, MPM melakukan koordinasi dengan DITMAWA, yang kemudian memberikan izin untuk melakukan perpanjangan masa pendaftaran hanya sampai pukul 19.30 untuk penyerahan berkas secara luring dan pukul 19.00 untuk penyerahan berkas secara daring. Hal ini juga didasari oleh cuaca di Kampus C sebagai tempat pengumpulan berkas pada saat itu, yang kala itu sedang hujan deras. 

Melanjutkan pernyataan Dinar, alasan sebenarnya dari diberlakukannya perpanjangan masa pendaftaran hanya sampai pukul 19.30 adalah karena tidak adanya pendaftar lain selain pasangan calon 01. Hal tersebut menjadi kejanggalan tersendiri pada PEMIRA tahun ini.

Minimnya kandidat yang mendaftar dapat menggambarkan bahwa minat mahasiswa aktif terhadap regenerasi organisasi kian menurun. 

“Bahkan jika kita melihat pada hari ini, PEMIRA BEM UNAIR tahun ini adalah PEMIRA paling pertama dalam sejarah yang bercalon tunggal. Yang kami tahu ya,” jelas Senja dalam wawancara yang dilakukan oleh tim reporter kami.

Meski dalam keadaan pasangan calon tunggal, Safari Kampus yang merupakan rangkaian dari PEMIRA harus tetap terlaksana. Mulai dari sambutan yang dilakukan oleh MPM dan PPK, pemaparan grand design, sesi tanya jawab, hingga penutupan, semua berjalan dengan lancar dan tertib.

Dinar juga menegaskan bahwa keadaan PEMIRA yang bercalon tunggal saat ini mengharuskan panitia untuk mengubah juknis Debat Pasangan Calon menjadi Kegiatan Uji Masyarakat Kampus yang dihadiri oleh tiga panelis beserta kawan dari Lembaga Pers Mahasiswa untuk ‘menguliti’ visi, misi, dan program kerja yang dibawa oleh pasangan calon 01. 

“Ada tidaknya paslon lain, saya rasa tidak mengurangi legalitas dari PPK maupun MPM. Sekalipun nantinya tidak mendapatkan suara daripada yang sudah ditetapkan, nantinya akan kami kembalikan kepada DITMAWA: apakah akan dilaksanakan pemilihan ulang atau seperti apa,” ujar Dinar.

Kini, keputusan akhir berada di tangan mahasiswa Universitas Airlangga yang juga akan menentukan sikap DITMAWA. Terlepas dari fenomena calon tunggal dan dinamika teknis pendaftaran, partisipasi aktif seluruh sivitas akademika dalam memberikan hak suaranya tetap menjadi tolak ukur utama keberhasilan demokrasi di lingkungan kampus tahun ini.

Reporter: Dinda, Aldani, Arya, Rani
Editor: Agiesya

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *