Friday, 6 November 2026
Berita / Luar kampus

Buntut Penggusuran PKL Srikana, Dapat Dukungan dari Komisi B DPRD Surabaya

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
WhatsApp Image 2023 05 03 at 12.32.49
Sumber: Dok. Pribadi/ Safi

Proses penataan ulang lapak PKL Srikana terus mengalami pemantauan. Realisasi janji camat Gubeng untuk membangun kembali warung para PKL seminggu setelah penggusuran (4/3/23) masih nihil. Kondisi tanah disepanjang lokasi terpantau mangkrak. Gundukan material reruntuhan bangunan belum pula ditangani lebih lanjut oleh pihak terkait.

Perwakilan mahasiswa bersama Aliansi Rakyat Srikana (Arsi) telah melakukan mediasi langsung dengan pihak DPRD Kota Surabaya Komisi B terkait tindak lanjut dari proyek penataan PKL (13/3/23). Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno memfasilitasi pihak aliansi untuk menyampaikan keresahannya kemudian merangkum uraian yang disampaikan oleh Atha (Presiden BEM FISIP) dan Guntur (Ketua Paguyuban PKL Srikana) dalam beberapa poin, meliputi proses penataan yang tak kunjung berlanjut, janji dapat membuka lapak sepekan pasca penggusuran, serta keberatan PKL atas pemberlakuan sistem shift. Muatan keresahan ini bakal disampaikan ulang pada mediasi lanjutan yang melibatkan camat Gubeng selaku pihak pemegang proyek, beserta pihak terkait lainnya dalam pekan yang sama. Hal ini mengacu pada pernyataan Anas yang akan melaporkan dan menindaklanjuti hasil mediasi serta menuntaskan problem PKL Srikana sebagaimana permasalahan PKL yang telah ia tangani sebelumnya, meskipun pihaknya sempat menolak untuk menandatangani surat dukungan atas penyelesaian konflik tersebut.

Seorang PKL yang sebelum penggusuran hanya bertempat tinggal di warungnya, Sumiati (70) dalam wawancara yang dilakukan oleh Tim LPM SITUS (17/3/23), menuturkan bahwa ia, Rulik Ismiwati (60) yang turut menggantungkan hidup di lapaknya, dan para PKL lainnya, belum mendapatkan pemasukan pasca penggusuran. Camat Gubeng menindaklanjuti janjinya untuk mencarikan Sumiati kos selama dua bulan dengan memberikan ganti uang senilai 700 ribu rupiah.

Di sisi lain, Guntur menginformasikan kepada Atha (22/3/23), bahwa beberapa PKL berencana membuka angkringan dengan modal bersama dan menggunakan sistem bagi hasil. Pada hari yang sama, para PKL mulai gotong royong mendirikan tenda. Angkringan akan dibuka pada Senin (27/3/23). Ketua Paguyuban PKL Srikana berharap supaya hal itu dapat disambut baik oleh pelanggan.

“Insyaallah, Senin mulai buka, Mas. Mugi-mugi kawan mahasiswa bisa betah pas lagi nongkrong santai nantinya.”

Reporter          : Hurun’in Kamila

Editor              : Syifa Rahmadina

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *