Thursday, 5 November 2026
Berita / Luar kampus / Seputar kampus

Dramaturgi 2025: Ketika 12 Mahasiswa Hidupkan Panggung Cak Durasim

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
Sumber: dokumen pribadi - Aldani

(27/06/2025) Gedung Cak Durasim menjadi saksi berlangsungnya pertunjukan teater yang digelar oleh mahasiswa Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Airlangga angkatan 2022. Pertunjukan teater yang disebut “Dramaturgi” ini dilaksanakan sebagai Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah pilihan Dramaturgi. Teater yang ditampilkan berjudul “Elliot: tentang Emma dan yang lain”, yang merupakan hasil kolaborasi dengan BSO FIBRA DANCE FIB Universitas Airlangga. Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan drama, acara ini juga menampilkan seni tari dan pembacaan puisi dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia lintas angkatan.

Pertunjukan diawali dengan pertunjukan seni tari Sri Ganyong yang berasal dari Banyuwangi, dibawakan secara solo oleh Olive dari angkatan 2024. Selanjutnya, puisi berjudul Pesan Pencopet kepada Pacarnya dibacakan oleh Bima dari angkatan 23, serta pembacaan puisi karya Chairul Anwar berjudul Aku dan Kepada Kawan oleh Izza dan Irvan dari angkatan 2022. Ketiga penampilan tersebut disambut meriah oleh penonton sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan produksi, dosen pengampu mata kuliah, serta Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Menariknya, kelas Dramaturgi hanya diikuti oleh 12 mahasiswa, yakni: Netta, Vellina, Julianto, Imelda, Septia, Aulia Destya, Ricky, Anisa Nanda, Ade Irma, Alya Putri, Jordan, dan Alma Hafilla. Nama-nama tersebut disebut langsung dalam sambutan oleh dosen pengampu mata kuliah, Puji Karyanto.

Acara utama, drama Elliot, dimulai setelah sambutan-sambutan. Mengutip situs fib.unair.ac.id, drama ini merupakan sebuah drama kontemporer yang mengangkat kisah seorang gadis dengan gangguan mental. Naskah ini mengangkat isu-isu krusial seperti kesehatan mental, trauma, dan keterasingan sosial. Selain itu, naskah tersebut mengajak penonton untuk memahami kompleksitas emosi manusia dari sudut pandang yang lebih empatik. Pertunjukan ditutup dengan salam membungkuk dari para aktor, yang mendapat apresiasi hangat dari penonton.

“Sangat, sangat memuaskan sih. Dari sini kita bisa lihat, cuma 12 orang doang tapi bisa nyewa Gedung Cak Durasim dan ngajak banyak volunteer,” ujar Feby, selaku Koordinator Keamanan acara Dramaturgi. Feby mengaku cukup puas dan kagum atas kerja keras para mahasiswa penyelenggara.

“Kita enggak sampe 50 orang gitu, jadi bener-bener memuaskan,” tambahnya. Namun, Feby juga menyoroti tantangan di balik penyelenggaraan acara ini, terutama soal keterbatasan SDM. “Karena cuma 12 orang dan proses produksi itu kan’ butuh banyak divisi, jadi setiap orang itu bebannya berat,” jelasnya.

Feby berharap, kedepannya mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan berikutnya dapat menyadari bahwa Dramaturgi merupakan acara besar yang digagas oleh mahasiswa sendiri, dan termotivasi untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. “Dramaturgi itu seru, besar dan, mata kuliahnya pun dari Basasindo. Kalo bisa, temen-temen yang belum tahu atau yang suka, bagi angkatan sebelumnya, bisa termotivasi untuk berpartisipasi,” ujarnya.Penampilan Dramaturgi 2025 menjadi bukti bahwa semangat, kreativitas, dan kerja sama yang kuat mampu melahirkan pertunjukan yang berkualitas, meskipun digerakkan oleh sumber daya yang terbatas. Karya ini mencerminkan potensi dan daya saing mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga di bidang seni pertunjukan.

Reporter: Aldani

Editor: Asa

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *