Friday, 6 November 2026
Berita

Dua Kali Uji Publik Bradanaya 2026: Panelis Tolak Adanya Calon Tunggal Ketua Pelaksana

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
Sumber: Arya (dokumen pribadi)

(25/05/26) – Uji Publik calon ketua pelaksana (ketupel) Bradanaya 2026 diadakan untuk kedua kalinya, bersamaan dengan Uji Publik calon ketupel Dekan Cup  dan calon ketupel Festival Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) 2026. Bradanaya adalah rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FIB yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Uji publik diselenggarakan oleh Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FIB pada pukul 17.00 – 21.00 WIB di ruangan W.S. Rendra, lantai 3 gedung FIB. Rio Nazar Rivaldo (program studi Bahasa dan Sastra Indonesia), calon ketupel Bradanaya 2026, hadir kembali untuk melaksanakan uji publik yang kedua. Uji Publik Bradanaya 2026 dilakukan kedua kalinya karena beberapa panelis menolak adanya kandidat calon tunggal ketua pelaksana. 

“Nah, waktu pertemuan di antara panelis-panelis tersebut, sebenarnya masing-masing panelis dari kahima menolak adanya kandidat tunggal. Jadi, minta diadakan kotak kosong, kotak kosong dalam artian nanti kita bakal mundur,” ucap Viona, selaku ketua BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) FIB UNAIR.

Viona juga mengatakan bahwa Uji Publik Bradanaya kedua ini dilaksanakan atas keinginan para ketua himpunan mahasiswa (kahima) FIB, “Dan dari kahima meminta untuk request terakhir mengenai grand design dari ketupel tunggal ini, kandidat tunggal ini. (Para kahima) Minta untuk grand design-nya diperbarui, dimantapkan lagi supaya temen-temen FIB ini percaya bahwa ketupel ini sudah baik gitu loh.” 

Verdi, salah satu kahima yang menjadi panelis, mengatakan pada saat sesi tanya jawab bahwa Uji Publik Bradanaya pertama pada tanggal 18 Mei 2026 memang perlu diulang. “Kami memang melihat dari teman-teman merasa bahwa perlu untuk diulang sehingga untuk meyakinkan dan membantu Rio nanti untuk mengerjakan Bradanaya ini …,” ia juga menambahkan bahwa kepercayaan para panelis dinilai menurun sejak Uji Publik Bradanaya 2026 pertama, “Uji publik yang pertama, memang kepercayaan di Bradanaya ini agak menurun. Tapi kami di sini memfasilitasi agar ini tidak terjadi.” 

Pal, salah seorang penonton umum, berpendapat bahwa calon ketupel Bradanaya 2026 lebih siap pada Uji Publik yang kedua, “… Karena saya lihat di Uji Publik yang pertama, memang kalau saya bilang kasarannya itu gak karuan dari mata umum. Tapi di Uji Publik yang kedua, alhamdulillah-nya yang dari calon ketupel itu udah jauh berbenah dari grand design, penyampaian, dan dari cara dia menjawab pertanyaan-pertanyaan panelis dan umum.”Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga pada pukul 17.14 WIB, disambung dengan pemaparan grand design calon ketupel Bradanaya 2026. Uji Publik yang kedua ini menghadirkan lima panelis: Presiden BEM FIB, Menteri PSDM BEM FIB, kahima Ilmu Sejarah, kahima Bahasa dan Sastra Jepang, dan kahima Bahasa dan Sastra Inggris. Kurang lebih 30 peserta hadir dalam acara Uji Publik Bradanaya kedua, Dekan Cup, dan Festival Budaya. Uji Publik ini berlangsung hingga pukul 18:03 WIB.

Reporter: Andin, Arya, Rani
Editor: Rani

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *