Saturday, 7 November 2026
Feature / Kolom

Fakta Unik Perayaan Imlek yang Tidak Banyak Orang Ketahui

Oleh : : - Waktu Baca 6 menit
Lion dance 1371025
Sumber: pixabay.com/wiroj

Sebagai salah satu agama yang diakui di Indonesia, Konghucu tentunya memiliki perayaan-perayaan sebagaimana tradisi agama lain. Salah satu perayaan paling terkenal yang dimiliki oleh Konghucu adalah perayaan imlek. Bahkan, orang-orang yang meyakini agama lain pun pasti tahu dengan perayaan ini. Meskipun begitu, ternyata masih ada beberapa fakta yang belum dimengerti banyak orang, bahkan hingga salah persepsi. Berikut adalah beberapa fakta unik dari perayaan imlek yang mungkin tidak diketahui banyak orang:

  1. Arti kata imlek

Berdasarkan frasa Mandarin pinyin, imlek disebut sebagai “yin-li” yang secara harfiah berarti kalender bulan. Namun, lebih dari itu, ternyata penanggalan ini disebut juga  penanggalan Nongli, yang mana “nong” adalah pertanian dan “li” yang artinya penanggalan. Pada zaman dulu, banyak masyarakat Cina yang bermatapencaharian sebagai petani dan mengandalkan peredaran bulan untuk menentukan waktu bercocok tanam. Jadi, pada dasarnya, imlek adalah penanggalan Cina yang didasarkan pada peredaran bulan.

  1. Lahir untuk mengusir monster

Imlek lahir pada 1600-1046 SM atau sekitar 3500 tahun yang lalu pada era Dinasti Shang. Pada dasarnya, perayaan ini dilakukan untuk menghormati para dewa dan juga leluhur. Namun, ada legenda yang menyatakan bahwa imlek muncul untuk menolak serangan monter yang disebut Nian. Monster ini disebut-sebut memiliki taring yang tajam hingga bisa memangsa hewan ternak bahkan manusia. Untuk melawan keberadaan monster ini, mereka menghidangkan makanan tertentu di setiap pintu rumah, menyalakan petasan karena monster itu tidak menyukai suara keras, dan menggunakan ornamen-ornamen berwarna merah.

  1. Selalu jatuh hanya di bulan Januari ataupun Februari

Mungkin sebagian orang menyadari hal ini, namun bisa jadi masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa imlek selalu jatuh di bulan Januari atau Februari. Hal ini tentu bukan sebuah kebetulan. Hal ini dikarenakan imlek merupakan sebuah perayaan yang juga digunakan sebagai penanda pergantian musim, dari musim dingin ke musim semi di Cina.

  1. Membuang sial dengan membersihkan rumah

Kotoran-kotoran yang ada di rumah, seperti debu dan sampah wajib dibersihkan sebagai perlambang untuk membuang segala kesialan. Namun, hal ini hanya dilakukan sebelum hari raya imlek saja. Karena, pada hari raya imlek, pantang bagi mereka yang merayakan untuk membersihkan rumah agar segala keberuntungan tidak ikut terbuang keluar juga.

  1. Menolak sial menggunakan angpao merah

Mirip dengan tradisi membersihkan rumah, angpao merah juga dianggap sebagai perlambang penolak sial bagi siapapun yang menerimanya. Umumnya, angpao merah ini diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada yang belum menikah, agar penerimanya mendapatkan beruntungan. Bahkan, banyak sumber menyebutkan bahwa angpao merah itu sendiri lebih penting daripada nominal yang ada di dalamnya.

  1. Warna merah sebagai warna paling penting

Warna merah dianggap sebagai warna paling penting dalam kepercayaan ini, terutama pada perayaan imlek, karena warna merah dianggap bisa mendatangkan keberuntungan. Selain itu, warna ini dipercaya bisa mendatangkan kebahagiaan. Seperti yang disebutkan juga sebelumnya, pada zaman dulu, warna ini juga dipercaya dapat membantu mengusir monster.

  1. “Gong xi fa cai” tidak berarti ucapan selamat tahun baru

Banyak sekali orang yang berpikir bahwa “gong xi fa cai” memiliki arti sebagai “selamat tahun baru imlek”. Faktanya, hal ini adalah kesalahan paling fatal bagi orang-orang dalam memandang imlek. Karena, arti dari “gong xi fa cai” itu sendiri adalah “selamat mendapatkan lebih banyak kekayaan atau kemakmuran”.

  1. Jeruk sebagai buah yang tidak boleh dilewatkan ketika imlek

Jeruk memiliki makna kemakmuran rejeki dan kesejahteraan. Hal ini dikarenakan pengucapan kata jeruk pada bahasa Mandirin terdengar sangat mirip dengan kata “kekayaan”. Selain itu, warna oranye yang dimiliki jeruk dianggap melambangkan emas.

  1. Keberadaan beberapa makanan yang dianggap penting ketika perayaan imlek

Selain jeruk, ada beberapa makanan yang tidak boleh dilewatkan ketika imlek. Makanan tersebut yaitu siu mi atau mi goreng yang disajikan tanpa terpotong sebagai perlambang panjang umur, kue keranjang sebagai harapan keluarga hidup rukun, yu sheng atau selada yang berisi irisan sayur dan buah sebagai perlambang keberuntungan, bebek atau ayam untuk menghindari sifat serakah, sup delapan bentuk sebagai harapan perkembangan bisnis, ikan sebagai harapan keuntuhan keluargan, dumpling sebagai lambang kemakmuran, lumpia sebagai lambang kekayaan, telur rebus dan teh sebagai perlambang kesuburan, dan juga babi panggang sebagai simbol dalam menampung rezeki (salah satu alasan mengapa banyak celengan berbentuk babi).

  1. Perayaan Cap Go Meh hanya ada di Indonesia

Cap go adalah 15, sedangkan meh adalah malam. Perayaan ini dilakukan di malam kelima belas untuk menghormati dewa tertinggi di Dinasti Han. Umumnya, perayaan ini dilakukan dengan mendoakan orangtua. Perayaan ini hanya dilakukan di Indonesia karena pengaruh dari bahasa Hokkien. Namun, secara internasional, ada yang namanya festival lentera yang dilaksanakan di waktu ini.

  1. Makna barongsai

Barongsai yang biasanya dilengkapi dengan musik dan juga petasan ini merupakan perlambang pengusiran roh jahat dan monster seperti Nian. Selain itu, barongsai juga dianggap sebagai simbol keberuntungan.

Itulah beberapa fakta unik dari perayaan imlek. Perayaan yang hanya ada sekali setahun ini selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang, termasuk bagi penganut ajaran lain. Karena selain ada banyak hal unik pada perayaan ini, imlek juga bisa menjadi wadah toleransi bagi umat beragama di Indonesia.

Penulis: Dikta Sumar Hidayah

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *