Saturday, 7 November 2026
Opini

Hari Kesehatan Mental Sedunia: Tetap Acuh atau Mulai Sadar?

Oleh : : - Waktu Baca 2 menit
Free photo of tangan dedaunan musim gugur berbohong Erika Ardianti

Dilansir dari laman resmi World Health Organization atau WHO, 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. WHO mengambil tema kesehatan mental adalah hak asasi manusia yang universal. Tema yang diangkat bertujuan untuk menambah wawasan, kepekaan, serta aksi nyata untuk memproteksi semua kesehatan mental sebagai hak asasi manusia yang universal.

Di Indonesia, isu tentang kesehatan mental masih dianggap sebagai hal yang remeh dan tidak membutuhkan perhatian lebih. Dilansir dari laman lifestyle.kompas.com, 77 persen masyarakat Indonesia mulai nyaman ketika membahas tentang kondisi mentalnya. Dengan kata lain, 23 persen sisanya masih tidak terlalu peka terhadap kondisi mental orang sekitarnya. Hal ini diperkuat dengan kondisi dimana para orang tua atau generasi lama yang menganggap kesehatan mental ini hanyalah rekaan belaka. Banyak dari mereka yang bahkan tidak mau mendengar cerita kesulitan yang sedang dialami anaknya. Perilaku ini membuat sang anak menjadi lebih tertutup dan tidak memiliki tempat yang nyaman untuk bercerita. Dampaknya, pelarian untuk melampiaskan pikiran tersebut ke arah yang negatif, misalnya melakukan self harm atau melukai diri sendiri hingga aksi penghilangan nyawa oleh dirinya sendiri. Jika beberapa masyarakat masih tetap acuh terhadap kesehatan jiwa, harus berapa nyawa lagi yang hilang dengan sia-sia?

Dengan berkembangnya dunia sosial yang sangat cepat bisa dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyuarakan kepekaan terhadap kesehatan jiwa. Contohnya, kita bisa memanfaatkan beberapa influencer atau bahkan penyintas gangguan mental untuk terjun langsung mengedukasi para masyarakat tentang cara menghadapi seseorang yang sedang mengalami kesulitan dengan kesehatan jiwanya dan cara menjadi pendengar baik tanpa menghakimi. Jika usaha ini terus dilakukan secara rutin akan menumbuhkan kepekaan yang baik dan terciptanya lingkungan Indonesia yang nyaman terhadap penyintas gangguan mental.

Penulis  : Erika Ardianti Dinata

Editor    : Annisa Nabila

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *