[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 13/4/2022]
Selasa, (11/4) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) melalui Kementerian Sosial Politik mengadakan diskusi “Reformasi Memanggil Airlangga Menguggat” dalam rangka mengkonsolidasi seluruh elemen Universitas Airlangga dalam menanggapi pelaksanaan demonstrasi di Jakarta 11 Aprill lalu. Topik yang diangkat kali ini membahas wacana tiga periode, kenaikan BBM, kelangkaan minyak goreng, IKN, dan kesewenang-wenangan pemerintah yang terjadi akhir-akhir ini. Acara dimulai pada jam 19.15 dan diikuti oleh 270 lebih mahasiswa Unair melalui media Zoom Meeting dibuka dengan sambutan oleh Ketua Panita Diskusi, Aulia Akbar Thoriq, dilanjutkan dengan Menteri Sosial Politik BEM Unair, Maulana Malik Ibrahim, serta Presbem Unair, Yoga Haryo. Dalam sambutanya, Yoga berharap bahwa diskusi yang dilaksanakan malam ini dapat menjadi ruang bagi seluruh elemen mahasiswa Universitas Airlangga dalam mengnyinergikan visi misi dan menjalankan perannya sebagai mahasiswa yang menjadi penyambung lidah rakyat.
Diskusi dimulai dengan pemaparan materi oleh masing-masing perwakilan BEM tiap fakultas yang ada di Unair selama 10 menit. Materi yang dibawakan oleh masing-masing perwakilan tetap membahas sesuai topik diskusi, tetapi dari sudut pandang keilmuan yang mereka dalami. Seperti pemaparan materi oleh perwakilan BEM Fakultas Kedokteran yang menyinggung tentang masalah janji kampanye Jokowi periode 2014-2021 mengenai paradigma hidup sehat dan pelayanan kesehatan yang tidak merata. Perwakilan dari BEM Fakultas Teknologi Multidislipin sendiri menyinggung persoalan kevalidan Big Data Menko Luhut Binsar Pandjaitan yang viral beberapa waktu lalu. Fakultas Ilmu Budaya yang diwakili oleh Menteri Kastrat BEM FIB Unair, Tsain Raihan Firmansyah menyoroti asal mula masalah kerusuhan yang disebabkan oleh lingkaran politik-politik, pembangunan IKN, serta dampaknya terhadap masyarakat adat. Ia juga mengatakan agar tidak langsung percaya pada pernyataan Presiden Jokowi tentang isu penundaan pemilu serta mendesak pemerintah agar tetap menghilangkan isu tersebut.
Diskusi diakhiri dengan tanya jawab dari peserta yang ditanggapi langsung oleh narasumber (pemateri). Di akhir diskusi juga menyimpulkan bahasan kali ini diantaranya:
1.Fakultas-fakultas di Universitas Airlangga sepakat menolak isu penundaan pemilu karena bertentangan dengan konstitusi
2.Menuntut Presiden Jokowi memberikan punishment kepada menteri-menteri penyebab kegaduhan di masyarakat akibat kebijakan yang dibuat
3.Pemerintah harus mengkaji ulang mengenai permasalahan IKN dari berbagai sisi
4.Bahasan di luar topik permasalahan mengenai kebijakan pemerintah seperti kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tenaga kerja, konservasi dan kepedulian terhadap alam, kemajuan teknologi, aspek pendidikan masyarakat, keadilan penanganan hukum, perumusan undang-undang, pelestarian kebudayaan harus menjadi isu besar yang harus dikawal bersama karena menyangkut kemajuan rakyat Indonesia.
Lanjutan dari diskusi malam ini akan diadakan konsolidasi lebih lanjut oleh Aliansi BEM se-Surabaya yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya (13/4), serta menyusul konsolidasi internal Unair setelah Isya’ di Amphiteater Kampus B Unair. Menyusul aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan pada Kamis,14 April 2022 di depan Gedung DPRD Jatim dengan titik kumpul di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pukul 10.00 pagi dengan dresscode almamater dan dalaman hitam.
Penulis: Ini Tanjung Tani
Editor : Putri Tariza
