Saturday, 7 November 2026
Seputar kampus

Kepak Sayap-sayap Murbei : Pekan Lomba Monolog PESTRA UNAIR 2023

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
Pementasan Monolog Oleh Peserta syifa rahmadina

Minggu (01/10) PESTRA (Pekan Bahasa dan Sastra Universitas Airlangga) resmi membuka serangkaian acara pertamanya, yakni pekan lomba. Dengan mengusung sub-tema “Kepak Sayap-sayap Murbei”, lomba pementasan monolog sebagai wujud upaya pembebasan diri dari kesengsaraan hidup.

Pekan lomba PESTRA dilaksanakan di Ruang W.S. Rendra, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Kampus Dharmawangsa B Universitas Airlangga (UNAIR). Pada saat pembukaan, Navara Darisya selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa Ia berharap PESTRA dapat menjadi wadah apresiasi bahasa dan sastra bagi para pelajar maupun masyarakat umum. 

Merintis kegiatan dari nol setelah masa pandemi, PESTRA menghadirkan sastrawan dan seniman Jawa Timur, yakni Ki Puji Karyanto S.S., M.Hum., dan Ahmad Faisal S.S., M.Hum., sebagai dewan juri khusus lomba monolog.

Berhadapkan dengan Kondisi Sosial Saat Ini

Pada pementasan yang disuguhkan, terdapat dua naskah monolog yang ditampilkan. Pertama, ialah “Mulut” karya Putu Wijaya yang mengisahkan tentang perempuan tanpa mulut. Kedua, ialah “Balada Sumarah” yang mengisahkan tentang ironi kehidupan seorang perempuan pada masa revolusi.

Makna yang diceritakan pada kedua naskah tersebut bercerita tentang kondisi sosial di masyarakat. Sesuai dengan sub-tema yang diusung, kedua kisah yang ditampilkan mengangkat isu demokrasi dan kebebasan bersuara. 

Ki Puji Karyanto selaku dewan juri menyampaikan, “Apa yang diceritakan dalam monolog itu sangat berkorelasi dengan kondisi yang ada di masyarakat saat ini.”

Sesi Sarasehan Bersama Dewan Juri

Setelah selesai pementasan oleh peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sarasehan oleh dewan juri. Sesi tersebut diantaranya yakni dewan juri memberikan komentar dan review dari hasil pementasan yang dipentaskan oleh peserta. 

Pada kesempatannya, Ahmad Faisal selaku dewan juri menyampaikan komentarnya terkait teknis dan pemanfaatan properti pementasan. Beliau selaku dewan juri berharap agar para peserta dapat terus mengembangkan aspek-aspek lainnya dalam monolog, termasuk perihal tata busana aktor, properti, tata musik, dan tata panggung.

Selain itu, kedua dewan juri setuju bahwa hal terpenting dalam pementasan ialah menjaga stamina dan ketenangan aktor selama bermonolog. Menurut Beliau, ketika stamina seorang aktor turun, maka akan mempengaruhi aspek lainnya; kefokusan dan olah vokal seorang aktor.

Reporter : Syifa Rahmadina

Editor : Maya Ayu Nur Aini

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *