Saturday, 7 November 2026
Wawasan

Meledaknya Pager Hizbullah: Kronologi dan Penyebab

Oleh : : - Waktu Baca 6 menit
Pager. Sumber: cnnindonesia.com

Beberapa waktu lalu Lebanon menjadi sorotan dunia akibat serangkaian peristiwa dramatis yang mengarah pada meningkatnya ketegangan di kawasan. Salah satu kejadian paling mengerikan adalah ledakan pager Hizbullah yang terjadi pada tanggal 17 September. Dalam insiden ini, ribuan perangkat pager yang digunakan oleh anggota Hizbullah meledak serentak, menyebabkan kepanikan dan kebingungan di kalangan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa yang signifikan 

Kronologi kejadian 

Pada Selasa, 17 September 2024, sekitar pukul 15:45 waktu setempat (18:45 WIB), Beirut, ibu kota Lebanon, menjadi saksi bisu dari serangkaian ledakan yang menggemparkan. Kejadian ini tidak hanya terbatas di Beirut, tetapi juga merambah ke berbagai daerah lain di negara tersebut. Ledakan terjadi di penjuru Lebanon, termasuk wilayah selatan Lebanon dan pinggiran selatan Beirut. Beberapa ledakan juga dilaporkan terjadi di Suriah. Wilayah-wilayah ini dikenal sebagai basis operasi Hizbullah, kelompok milisi yang didukung oleh Iran. Sebuah berita memberikan kronologi salah satu kasus. Awalnya para saksi di lokasi mengamati dengan cemas saat asap mengepul dari saku beberapa orang di kerumunan. Ledakan kecil mulai terjadi, menimbulkan suara seperti kembang api dan tembakan. Sebuah rekaman CCTV menunjukkan dengan jelas momen dramatis ketika ledakan terjadi di saku celana seorang pria yang berdiri di dekat kasir sebuah toko. Setelah ledakan pertama, rentetan ledakan terus terjadi selama sekitar satu jam, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Reuters. Situasi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat banyak warga sipil berada di lokasi kejadian, dan mereka tidak siap menghadapi ketakutan yang muncul. 

Dampak dari insiden ini cukup parah, mengingat jumlah korban yang melibatkan luka-luka dan situasi darurat yang mengharuskan tenaga medis berjuang keras untuk menangani pasien. Menurut kesaksian dari para pengamat, kekacauan dan kebingungan menyelimuti area tersebut, menciptakan ketakutan masyarakat. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sedikitnya 182 orang tewas dan lebih dari 727 lainnya terluka akibat serangan tersebut, termasuk anak-anak dan perempuan. Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa paramedis menjadi salah satu pihak yang terkena dampak serius dari insiden ini. Hizbullah, kelompok milisi yang berbasis di Lebanon, menjadi target utama dalam serangan. Israel diduga kuat berada di balik serangan ini, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel. Serangan ini juga melibatkan warga sipil yang berada di sekitar lokasi ledakan, menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Ledakan ini diperkirakan merupakan hasil dari serangan terkoordinasi, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Hizbullah sendiri telah menuduh Israel sebagai dalang di balik ledakan ini, menuduh bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk melemahkan kelompok bersenjata tersebut. Serangan ini diduga merupakan bagian dari upaya Israel untuk melemahkan kemampuan komunikasi Hizbullah. Pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh Hizbullah dianggap sebagai alat komunikasi yang aman dan sulit diretas. Dengan menghancurkan perangkat ini, Israel berusaha mengganggu koordinasi dan operasi militer Hizbullah. 

Apa itu pager? Dan mengapa Hizbullah menggunakannya?

Pager, sebuah alat komunikasi yang dikenal dengan teknologi rendah, seukuran dengan bungkus rokok. Perangkat ini umumnya dilengkapi dengan klip yang memudahkan penggunanya untuk menyematkannya pada sabuk, sehingga dapat diakses dengan cepat saat dibutuhkan. Meskipun tampak sederhana, pager berfungsi dengan cara yang cukup SEDERHANA. Keunggulan dari sistem ini adalah kemampuannya untuk menjangkau area yang luas tanpa memerlukan banyak pemancar, berbeda dengan sistem telekomunikasi seluler yang bergantung pada banyak menara pemancar untuk menjangkau wilayah yang lebih luas, membuatnya menjadi pilihan yang praktis dalam situasi konflik, seperti di Lebanon. Alasan utama Kelompok Hizbullah menggunakannya adalah karena pager susah untuk diretas karena menggunakan menara dengan frekuensi analog, sehingga pemancar tersebut susah untuk diretas oleh pihak musuh melalui cara-cara perangkat digital. Pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh Hizbullah mengandung baterai lithium yang sangat mudah terbakar. Ledakan ini diduga dipicu oleh peledak yang dipasang secara rahasia oleh oknum-oknum tertentu pada perangkat-perangkat tersebut. Seorang data analis, Ralph Baydoun mengungkapkan, penyebab meledaknya ribuan “pager” Hizbullah tersebut diduga karena jaringan yang ada di dalam pager kemungkinan telah diretas. Hal tersebut menyebabkan sistem memancarkan sinyal yang memicu respons dalam pager sehingga memicu ledakan. “Menurut saya yang terjadi adalah setiap anggota Hizbullah, yang berada pada level tertentu telah diserang,” ungkap Baydoun, dikutip dari Al Jazeera. Mantan perwira tentara Inggris sekaligus ahli senjata kimia, Hamish de Bretton-Gordon menduga, pager Hizbullah mungkin telah dirusak sepanjang pantai pasokan. Akibat kasus tersebut, sejumlah pager kemudian meledak di waktu yang sudah ditentukan dan sesuai dengan perintah. Bertolak dari penjelasan tersebut, sumber-sumber diplomatik dan keamanan berspekulasi, ledakan tersebut disebabkan oleh ledakan baterai dari pager. Ledakan dapat terjadi akibat baterai yang terlalu panas atau overheating. Meskipun demikian, pakar keamanan baterai lithium-ion dari Newcastle University, Paul Christensen meragukan teori tersebut. Menurutnya, kasus pager Hizbullah yang meledak tampaknya tidak sesuai dengan kasus kerusakan baterai yang pernah terjadi sebelumnya. Serangan ini memperburuk ketegangan antara Hizbullah dan Israel. Hizbullah merespons dengan meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel, yang menyebabkan kerusakan signifikan di kota Metula. 

Para analis kini memperhatikan adanya tanda-tanda ancaman yang bisa memicu eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah setelah insiden ledakan yang melibatkan ribuan “pager” yang digunakan oleh Hizbullah. Ledakan ini dipandang sebagai peristiwa yang signifikan, karena dapat memengaruhi ketegangan kekuatan di kawasan tersebut. Meskipun begitu, dalam konteks saat ini, banyak ahli berpendapat dengan skeptis bahwa insiden ini akan langsung mendorong terjadinya eskalasi konflik yang lebih besar antara kedua pihak. Matthew Levitt, yang merupakan mantan Wakil Direktur Kantor Intelijen Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan meskipun ledakan pager ini dapat memberikan dampak negatif terhadap operasi dan strategi Hizbullah dalam jangka pendek, dampak tersebut mungkin tidak cukup untuk memicu konflik berskala luas. Levitt menambahkan bahwa Hizbullah, yang dikenal dengan kemampuannya untuk beradaptasi dan mengatasi tantangan, mungkin akan mencari cara alternatif untuk memperbaiki situasi mereka. Dengan berbagai faktor yang berperan dalam konflik ini, termasuk intervensi dari kekuatan luar dan kondisi internal masing-masing pihak, situasi di lapangan tetap rumit. Oleh karena itu, pemantauan yang cermat diperlukan untuk memahami apakah insiden ini hanya akan menjadi sebuah tantangan sementara bagi Hizbullah, ataukah akan membuka jalan bagi ketegangan yang lebih besar di masa depan?

Penulis: Mukhlish

Editor: Deo Ramdani Chaerudin

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *