[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 18/11/2022]
Rudi Hartono Kurniawan, atau kerap kali disapa Rudi Hartono, adalah salah satu pemain legendaris Indonesia yang menjadi idola dan inspirasi banyak orang. Rudi dilahirkan di Kota Surabaya pada tanggal 18 Agustus 1949. Berikut sederet fakta atlet badminton Rudi Hartono.
1. memenangkan all England sebanyak 8 kali
Memulai karirnya di bidang badminton pada tahun 1965 dengan bergabung di Pelatnas. Rudi menjadi bintang bagi generasi badminton setelahnya. Prestasi luar biasa Rudi adalah dengan keberhasilannya menjadi champion pada All England sebanyak delapan kali. Ia berhasil membuat masyarakat dunia terkejut dengan kemenangan pertamanya di ajang All England yang pada saat itu ia masih berusia 18 tahun. Selanjutnya, Rudi menjadi juara bertahan All England mulai dari 1969 hingga 1974. Kemenangan Rudi ini merupakan sebuah kemenangan yang luar biasa karena ia menjadi atlet badminton dengan gelar juara All England terbanyak di dunia.
2. nama diabadikan di Guiness Book of World Records
Seperti yang dibahas pada poin sebelumnya, kemenangan Rudi hingga delapan kali pada kejuaraan badminton dunia All England merupakan sebuah kemenangan yang legendaris. Jumlah kemenangan yang ia peroleh merupakan jumlah terbanyak pertama sehingga tak heran jika namanya berhasil diabadikan dalam Guinness Book of Records dengan prestasinya sebagai atlet badminton dengan kejuaraan edisi All England terbanyak.
3. pernah berkuliah di Universitas Airlangga
Meskipun telah menjuarai kompetisi bergengsi di bidang olahraga badminton, Rudi Hartono diketahui tetap memiliki semangat belajar yang tinggi. Dilansir dari Indosport.com, Rudi Hartono diketahui pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, ketika ia berusia 21 tahun. Hal ini ia lakukan karena pada masa itu karir sebagai atlet badminton tidak menjanjikan seperti pada masa kini. Oleh sebab itu, ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran sebagai back up untuk karirnya.
4. pernah bermain film
Seusai kemenangannya di berbagai ajang badminton, nama Rudi Hartono semakin masyhur di kalangan masyarakat. Hal inilah yang akhirnya membawanya untuk bermain peran di film berjudul “Matinja Seorang Bidadari”. Film yang dirilis pada tahun 1971 ini merupakan film pertama dan terakhir bagi Rudi Hartono. Rudi Hartono diketahui enggan untuk mengambil peran di film lagi karena tidak mau berurusan dengan kontroversi-kontroversi yang diciptakan di masyarakat.
Penulis: Yuliatu Rohmah
