[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 11/7/2022]
Dilansir dari akun Instagram dan kanal Youtube resmi Universitas Airlangga, (28/6/2022) Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga resmi meluncurkan Kartu Tanda Mahasiswa Elektronik (E-KTM) yang dapat diakses melalui akun cybercampus.unair.ac.id atau aplikasi kampus kita.
Hal ini selaras dengan komitmen UNAIR Satu Data dalam mempermudah civitas akademikanya. Pembuatan E-KTM ini melibatkan Direktorat Pendidikan (Dirpen) yang melakukan kerjasama dengan Direktorat Sistem Informasi dan Digitalisasi (DSID) Universitas Airlangga untuk merancang sistem ini dengan sebaik mungkin.
Peluncuran E-KTM ini diadaptasi dari adanya E-KTP, E-KK dan dokumen pribadi lainnya yang terdapat kode QR sebagai petunjuk bukti sah bahwa pengakses dokumen tersebut adalah pemilik resminya.
“Jadi, nanti pada aplikasi kampus kita mahasiswa tinggal klik tombol view e-KTM akan langsung muncul barcode-nya” ucap salah satu guru besar Farmasi Universitas Airlangga yang dikutip dari situs edukasi.okezone.
Mahasiswa tidak perlu lagi khawatir ketika kehilangan KTM, karena fitur ini telah tersinkronisasi otomatis dengan seluruh data mahasiswa yang tersimpan di akun cybercampus.
“Jadi, kalau KTM hilang, tinggal di-generate saja sendiri versi elektroniknya. Di samping itu, laman cyber juga telah tersinkronisasi dengan aplikasi Kampus Kita Mahasiswa”, kata Direktur Pendidikan Prof. Dr Sukardiman, Apt., MS. (21/6/2022), dikutip dari situs resmi universitas airlangga.ac.id/news
Pemberlakukan E-KTM tidak hanya diperuntukkan mahasiswa baru, tetapi juga untuk seluruh mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh adanya update jumlah Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang awalnya sekitar 11-12 di menjadi 9 digit.
Untuk mahasiswa angkatan 2022, KTM tidak lagi dwifungsi dengan ATM karena fitur tersebut telah dipisahkan. Sementara mahasiswa lama masih tetap bisa mengakses ATM dengan KTM lama.
Adapun perincian kesembilan digit tersebut adalah sebagai berikut: satu digit pertama menunjukkan jenjang, dua digit kedua menunjukkan kode fakultas dan prodi, dua digit kedua adalah tahun masuk, satu digit keempat adalah tingkat semester dan tiga digit terakhir menunjukkan nomor urut mahasiswa.
Dengan adanya transformasi digital E-KTM ini, tentunya sangat menguntungkan seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa. Selain itu, adanya E-KTM membuat mahasiswa tidak perlu khawatir jika kehilangan KTM karena proses pengurusannya yang memakan waktu, pihak Program Studi (Prodi) juga terbantu apabila membutuhkan KTM untuk administrasi mahasiswa karena terhambat proses cetak KTM baru yang sangat lama.
Dosen juga tidak perlu repot-repot menegur mahasiswa jika tidak membawa KTM saat ujian berlangsung. Terlebih lagi banyak KTM yang gambar wajahnya sudah mulai pudar.
Prof. Maman juga menegaskan bahwa e-KTM tidak diwajibkan untuk dicetak. Hal ini selaras dengan perkembangan zaman dan teknologi yang memudahkan semua proses menjadi lebih fleksibel dan efisien. Dengan adanya e-KTM, diharapkan mendorong Universitas Airlangga untuk selalu siap dan responsif dalam menghadapi tantangan dan perubahan.
Bentuk peluncuran e-KTM ini juga sebagai momentum atas pencapaian Universitas Airlangga yang menjadi top 369 universitas di dunia menuju World Class University.
Penulis: Aidatul Fitriyah
Editor: Tanjung Tani
