Thursday, 5 November 2026
Berita / Luar kampus

Merespon RUU TNI : Kamisan Penuh Tekad Di Tengah Barisan Aparat

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
Img 20250320 wa0117

Kamis (20/03/25) di depan taman Apsari Surabaya diadakan aksi Kamisan yang diikuti sejumlah elemen masyarakat sebagai reaksi atas Revisi UU TNI yang telah ‘diketok’ pagi tadi dalam rapat paripurna yang digelar di gedung nusantara II, gedung DPR, Senayan, Jakarta, dilansir dari detiknews. Rangkaian aksi dimulai pada pukul 13.00 dan berakhir pada 16.45. Banyak hal yang terjadi saat berlangsungnya rangkaian aksi ini.

Para demonstran–yang mayoritas adalah mahasiswa–tidak hanya diam membisu mendengar orator menyuarakan suaranya, beberapa demonstran berteriak, bernyanyi-nyanyi terhadap ‘ketok’ palu RUU TNI pagi tadi. Aksi Kamisan kali ini secara garis besar menyuarakan penolakan RUU TNI yang memperluas jangkauan kekuasaan militer dalam dimensi pemerintahan, hal ini disampaikan dari beberapa orator yang menguak konsekuensi dari RUU TNI ini seperti: penyalahgunaan senjata, mengembalikan dwi fungsi TNI, dll. Ada juga aksi monolog dan teater dari salah satu demonstran sebagai bentuk penolakan nyata RUU TNI ini.

Apel Operasi Ketupat 2025 yang dilakukan di halaman gedung, yang berpapasan dengan aksi kamisan dan simbolik ini pada akhirnya menjadi objek dari luapan para demonstran yang menolak. Beberapa lontaran teriakan ditujukan pada apel ini sehingga memicu empat kali cekcok ringan dengan pihak aparat. Selain itu, aksi kamisan ini tidak hanya bentrok dengan acara apel operasi Ketupat.

Aksi Kamisan kali ini bertabrakan dengan agenda apel Operasi Ketupat 2025. Berlangsungnya kedua agenda ini di tempat dan waktu yang sama menimbulkan gesekan. Keberadaan aparat dengan jumlah yang banyak disertai kendaraan militer menimbulkan rasa intimidasi kepada para demonstran yang sedang unjuk rasa. Menurut Zaldi, salah satu penyelenggara aksi Kamisan, agenda apel operasi ketupat 2025 di taman Apsari tidak direncanakan sebelumnya.

Selain bertabrakan dengan apel, kegiatan Kamisan ini juga bertabrakan dengan aksi bagi-bagi 1000 sembako gratis Aliansi Madura Indonesia, hal ini terjadi menjelang usainya aksi kamisan dan simbolik. Pada saat itu intensitas keramaian bertambah dengan hadirnya masyarakat awam yang mengantri sembako, untungnya keramaian ini tidak berdampak signifikan terhadap alur aksi Kamisan. menurut Zaldi keberadaan agenda masyarakat ini diumumkan secara tiba-tiba. “Kita kan juga upload pamflet itu kemarin lusa kalo gak salah, saya baru dapat informasi kemarin malam tentang adanya bagi-bagi sembako ini,” ujarnya.

Aksi kamisan berakhir pada pukul 16.45. Namun, penyeruakan RUU TNI ini masih terus berlanjut. menurut Zaldi akan ada upaya atau aksi lanjutan tentang diskursus RUU TNI ini. “Setelah ini kita akan melakukan konsolidasi untuk membentuk satu front aksi, kemungkinan sudah disepakati kalau front anti militerisme itu tadi, yang akan kita lakukan mungkin di salah satu kampus nanti malam,” tekannya.

Reporter : Aldani, Samuel, Carrista, Frean, Afghan

Editor : Deo

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *