Surabaya, 6 Juni 2024 – Di tengah panas terik kota metropolitan, ratusan massa berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi untuk menggelar aksi protes terkait penggusuran warga Ex-Stren Kali. Aksi cor kaki ini dipilih sebagai simbol kegelisahan dan kemuakan warga terhadap tindakan represif aparat dan ketidakpedulian pemerintah kota Jawa Timur.
Warga Ex-Stren Kali mengalami berbagai penderitaan, termasuk pemutusan aliran air untuk kebutuhan sehari-hari dan musholla. Mereka kini tinggal di pendopo yang penuh sesak, dengan anak-anak yang mengalami trauma psikis dan kesulitan mengakses seragam sekolah. Berbagai upaya komunikasi dengan pemerintah sudah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
Aksi ini dimulai dengan orasi yang menyuarakan penderitaan warga Ex-Stren Kali, dilanjutkan dengan cor kaki oleh tiga partisipan warga terdampak. Aksi berlangsung dari siang hingga malam, bertepatan dengan agenda Kamisan yang juga mengangkat tema penggusuran warga Ex-Stren Kali. Pada malam hari, dilakukan kegiatan pemulihan trauma untuk anak-anak dengan bermain dan belajar bersama.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, disediakan ambulan, layanan BPJS, dan beberapa rumah sakit terdekat. Sistem cor kaki telah melewati uji coba, dengan partisipan menggunakan kaus kaki dan plastik sebagai pelapis. Tenda sederhana didirikan untuk melindungi peserta dari panas dan hujan. Solidaritas masyarakat telah menggalang donasi berupa uang, pakaian layak, obat-obatan, dan keperluan pribadi lainnya.
Aksi ini akan terus berlangsung sampai ada tanggapan dari pemerintah kota. Jika tidak ada perhatian, aksi-aksi lanjutan akan dilakukan. Di lokasi lain, aksi solidaritas warga rusun dari Pagar Jati dan buruh di Aliansi Aksi Terbuka juga berlangsung, dengan peserta berencana bermalam di depan Gedung Grahadi dan di Polsek setempat untuk menuntut pembebasan empat buruh yang ditahan. Peserta aksi sepakat untuk tidak membawa atribut politik dan siap bersatu memperjuangkan hak-hak mereka.
Reporter: Hafid Al-Qowy, Maulana, Galuh, Erisa
Editor: Galuh Nestiya
