Dalam rangka meraih berkah kebaikan bulan Ramadan, Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya (Ormawa FIB) Universitas Airlangga berlomba berbagai aksi sosial dan kekeluargaan. Memasuki pertengahan bulan puasa, kegiatan positif tersebut diselenggarakan masing-masing Ormawa FIB dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Aksi Peduli Panti
Studi Kejepangan (Niseikai) dan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) memiliki konsep yang tidak jauh beda, yaitu menggelar kunjungan ke panti asuhan untuk berbagi. Niseikai menunjukkan aksi kepeduliannya dengan memberi santunan kepada anak yatim di Panti Cahaya Insani, Gubeng, Surabaya (9/4) melalui program Ramadan oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia bernama AMAI (Alhamdulillah Bersama Nisekai). Sedangkan Sasindo melalui program Divisi Pengabdian Masyarakat, Rabbani (Ramadan Berbagi Bersama Bahasa dan Sastra Indonesia), melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Darul Hikmah, Gubeng, Surabaya, yang terbagi dalam dua sesi, yaitu sesi pengenalan (1/4) serta puncak acara (8/4).
Dikutip dari hasil wawancara daring (7/4) dengan Icha, sekretaris menteri Pengmas BEM FIB, Gebrakan (Gerakan Berbagi Kebaikan) Ramadan dibentuk sebagai sarana untuk mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan positif berbagi keberkahan baik materil dan non-materil kepada anak-anak yatim. Gebrakan Ramadhan di Panti Asuhan Sejahtera (13/4) dilaksanakan dengan menyusun serangkaian acara untuk anak-anak. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengadakan kegiatan berbagi takjil di sekitar kampus, tahun ini ingin lebih berfokus membantu anak yatim. Dengan mengadakan fun games, kajian sore, motivation building, dan buka bersama diharapkan dapat membangkitkan keceriaan serta menambah wawasan anak-anak di Panti Asuhan Sejahtera mengenai agama dan juga pengembangan diri.
“Kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan rasa kepedulian dan membiasakan para mahasiswa, khususnya FIB Unair untuk berbagi dengan sesama,” tambah Icha.
Menebar Senyum Sesama
Sebelum berkunjung ke panti, Niseikai juga menggelar kegiatan bagi takjil yang menyasar masyarakat sekitar kampus B (8/4). Terdapat lima titik pembagian, yakni Kertajaya, Dharmawangsa, Karangmenjangan, Dharmahusada, hingga Dharmahusada Indah. Adapun Bahasa dan Sastra Inggris (Sasing) dalam mengadakan kegiatan tahunan RICE (Ramadhan in Charity with EDSA) mengusung program SOTR (Sahur On The Road) dan berbagi takjil di sekitar kampus B Unair. Melalui BPH EDSA, kegiatan amal ini dilakukan di empat titik tempat, yaitu Jojoran, Pucang, Ngagel, dan Gubeng. SOTR sendiri dilaksanakan selama dua hari di tanggal 8 dan 9 April, sedangkan untuk bagi takjil dilaksanakan tanggal 15 dan 16 April.
Munculkan Gaya Baru
Dalam meriahkan Ramadan tahun ini, Sasindo membuat gebrakan baru. Pasalnya, Rabbani yang sebelumnya diisi dengan kegiatan bagi takjil untuk masyarakat tunawisma sekitar kampus serta buka bersama internal HMD, kini diselenggarakan dengan kegiatan bukber dan sharing ilmu di panti asuhan. Tidak hanya itu, Sasindo juga menggandeng HMD Teknologi Hasil Perikanan sehingga nama Rabbani bertransformasi menjadi Sabbani (Sarden × Rabbani). Lebih luas lagi, Sabbani berkolaborasi dengan Komunitas Satu Nasi Satu Hati. Sesuai tema yang diangkat, “Puasaku Totalitas, Ramadanku Berkualitas, Belajarku Tuntas”, acara dimulai dengan pendekatan awal dan buka bersama anak-anak panti di sesi satu, disusul dengan pengisian ceramah oleh ustaz/ ustazah dari Sentra Kerohanian Islam (SKI) FIB Unair, bermain games, penampilan puisi, menuliskan mimpi, dan ditutup dengan buka bersama di puncak acara.
Di lain sisi, Anggi selaku penanggung jawab RICE dalam wawancara daring (7/4) mengatakan bahwa RICE tahun ini berbeda dengan sebelumnya yang melakukan kegiatan berbagi di panti atau tempat kurang layak. Kegiatan tersebut membutuhkan susunan kepanitiaan yang harus dibentuk untuk menyukseskan acara. Berdekatannya waktu bulan puasa dengan terbentuknya organisasi BPH EDSA menjadi alasan mengapa RICE menyederhanakan kegiatannya. Selanjutnya, sasaran dari kegiatan RICE ditujukan kepada orang yang membutuhkan di sekitar jalan raya, seperti tukang sampah, tukang becak, tukang sapu, tunawisma, pengendara motor, serta orang yang membutuhkan dengan membagikan makanan berupa nasi bungkus atau makanan ringan.
“Alhamdulillah untuk donasinya sudah terkumpul sesuai target minimal kita sehingga kegiatan RICE bisa terlaksana sesuai dengan tanggalnya,” ujar Anggi menambahkan.
Mendapat Sambutan Positif
Antusiasme masyarakat akan aksi sosial oleh ormawa FIB begitu tinggi. Respons positif ini dapat dilihat dari tingginya partisipan dalam program galang donasi untuk menunjang gerakan berbagi di bulan Ramadan. Alda, ketua Divisi Pengmas HMD Sasindo dalam wawancara daring (6/4) menyatakan bahwa hasil donasi sesuai target. Ia berharap Rabbani dapat memberi dampak yang lebih besar dalam menebarkan kebaikan, kebahagiaan, dan ilmu serta meringankan beban bagi orang lain.
“Saya, jujur, sangat senang. Donasi kali ini benar-benar melampaui target, bahkan melampaui angka dari tahun-tahun sebelumnya,” tanggapan Rafael, ketua pelaksana AMAI 2023 atas sambutan positif masyarakat. Ia berharap AMAI menjadi ajang untuk menambah rasa syukur, meningkatkan bonding, serta memberi manfaat kepada sesama.
Reporter:
Hurun’in Kamila
Della Aulia
