Thursday, 5 November 2026
Luar kampus

PKL Srikana Merana: Penataan atau Penggusuran?

Oleh : : - Waktu Baca 5 menit
Foto: Alfi M F/LPM SITUS

[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 4/3/2023]

“Harapan janji manis, hingga Camat yang menolak untuk diwawancarai”

Selasa (28/2/2023) menjadi hari yang mengejutkan bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) Srikana ketika mereka mendapatkan surat undangan sosialisasi penataan ulang Jalan Srikana yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Ditambah lagi, waktu yang diberikan oleh pihak Kecamatan Gubeng kepada pihak PKL Srikana dalam mensterilkan lapak dagangannya hanyalah hingga hari Jumat. Maka, apabila hari Sabtu (4/3/2023) lapak dagangan mereka belum dibongkar, terpaksa akan digusur menggunakan alat berat.

Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa akan didatangkan beberapa kontainer sebagai tempat pedagang berjualan. Ke depannya, akan diterapkan sistem shift untuk setiap kontainer yang tersedia.

Menanggapi hal ini, mahasiswa yang diwakili oleh Kementerian Kajian Aksi dan Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) dan Kementerian Politik dan Kajian Strategis (Polstrat) BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR mengambil tindakan aksi advokasi bersama perwakilan PKL Srikana. Hal ini terjadi karena kekhawatiran mahasiswa mengenai terlaksananya janji penataan ulang ini. Mengingat peristiwa yang terjadi pada tahun 2018, ketika lapak PKL Srikana sebelah utara disterilkan dengan janji diberikan tempat baru, namun, hingga saat ini tidak pernah ada eksekusi dari janji tersebut. Jumat (3/3/2023) mereka mendatangi kantor Kecamatan Gubeng hingga Kelurahan Airlangga karena ternyata beliau sedang berada di tempat ini.

Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo, memberikan penegasan ulang bahwa kegiatan ini bukanlah sebuah penggusuran, melainkan sebuah penataan ulang Jalan Srikana agar lebih teratur, nyaman dipandang, dan lebih bersih. Harapannya, akan ada lebih banyak orang yang tertarik untuk datang ke kawasan ini. Tidak mendapat jawaban yang memuaskan, para PKL Srikana terpaksa membersihkan barang dagangannya dari lapak mereka.

Hingga pada Sabtu (4/3/2023) pada pukul 08.00 WIB, pasukan penataan ulang yang terdiri dari Satpol PP Kecamatan Gubeng, Satpol PP Kota Surabaya, anggota BPBD, Polrestabes, Garnisun Tingkat III, Polsek Gubeng, dan Koramil Gubeng yang berjumlah total 130 orang mulai berdatangan. Tiga truk barang dan satu ekskavator berukuran sedang didatangkan. Lalu pada pukul 08.15 WIB, alat berat tersebut mulai mengeksekusi untuk menggusur lapak PKL Srikana. Bahkan, salah seorang pedagang sempat pingsan ketika melihat lapak dagangannya mulai rata dengan tanah.

Dengan digusurnya lapak dagangan tersebut, para PKL Srikana merana. Mereka khawatir Pemerintah Kecamatan Gubeng tidak menepati janjinya terkait permasalahan ini. Ditambah lagi, pemasangan paving yang rencananya akan dilakukan selama satu minggu membuat para PKL Srikana semakin putus asa, karena hal ini berarti mereka kehilangan kesempatan dalam mencari nafkah selama setidaknya satu minggu. Menanggapi ini, pihak Kecamatan Gubeng menjanjikan akan memberikan 5 kilogram beras kepada 24 PKL Srikana yang tercatat namanya sebagai kompensasi tidak bisa berjualannya mereka selama satu minggu tersebut.

Menanggapi hal ini, Tim LPM SITUS berusaha mewawancari Eko Kurniawan Purnomo, selaku Camat Gubeng. Namun ironisnya, tanpa memberikan penjelasan, beliau menolak untuk diwawancarai dan mengoper kegiatan wawancara ini kepada Mudita, selaku Kepala Batalion Satpol PP Kecamatan Gubeng, untuk menggantikannya.

Foto: Alfi M F/LPM SITUS

“Sejauh ini, perintah yang kami dapatkan hanya membersihkan tempat ini selama satu hari. Selanjutnya, untuk proses pembangunan, akan dilaksanakan oleh pihak Cipta Karya, bukan lagi oleh kami,” ungkap Mudita.

Selanjutnya, Mudita kembali menengaskan bahwa ada mis-information antara mahasiswa, PKL Srikana, dan pihak Kecamatan Gubeng. Karena, kegiatan ini bukanlah menggusur, melainkan proses penataan ulang. Kegiatan ini, menurutnya, bisa meningkatkan derajat PKL Srikana karena tempat bisa terlihat tidak lagi kumuh, lebih layak, dan lebih bersih.

Hingga saat berita ini diterbitkan, setiap lapak dagangan PKL Srikana telah rata dengan tanah. Beberapa barang milik pedagang juga sudah diamankan. Namun, masih ada beberapa puing lapak dagangan yang masih belum selesai dibersihkan.

Reporter:

  1. Dikta Sumar Hidayah
  2. Zhepryla Devi Tamara Anggita
  3. Adhrie Ramafadjriyan
  4. Alfi Miftachul Firdaus

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *