Baru-baru ini, Fakultas Ilmu Budaya kembali melakukan renovasi di area sekitar FIB. Terdapat beberapa area yang menjadi titik utama renovasi, mulai area depan fakultas hingga pembongkaran rumah dinas di belakang gedung. Merenovasi memiliki arti membarui atau memperbarui menurut KBBI. Namun, pembaruan yang bertujuan untuk melakukan perbaikan, justru menimbulkan efek yang disayangkan dalam kasus ini. Kegiatan renovasi yang diniatkan untuk memperbaiki suatu masalah, malah menimbulkan masalah baru.
Selasa (25/4/23), Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa BMKG telah mencatat, gelombang panas tidak terjadi di Jawa Timur dan maksimum suhu harian hanya mencapai 35,4 derajat celcius. Namun, Surabaya masih menjadi kota dengan suhu berkisar antara 33 hingga 35 derajat celcius sehingga hawa panas masih menjadi masalah bagi masyarakat, termasuk mahasiswa. Suhu panas ini dapat diminimalkan efeknya dengan keberadaan tempat-tempat yang rindang. Pepohonan memiliki peran penting dalam penurunan suhu, salah satunya mengurangi hawa panas di lingkungan sekitar. Hal ini juga berlaku di kawasan kampus Universitas Airlangga, tak terkecuali area FIB. Pengurangan jumlah pohon membuat persoalan suhu panas kian terasa.
Penebangan pohon di area depan gedung FIB dilakukan untuk memperlancar pembangunan trotoar guna mempermudah mobilitas pejalan kaki. Namun, dampak negatif dari pembersihan area dengan penebangan pohon tersebut menimbulkan suhu udara yang ada di sekitar gedung menjadi lebih panas. Hal ini disampaikan oleh salah satu mahasiswa yang menyatakan bahwa penebangan pohon di area gedung FIB menyebabkan halaman terasa menjadi lebih lapang sehingga hawa panas menjadi semakin meningkat. Beberapa mahasiswa mengeluhkan hal serupa dan berharap lingkungan FIB menjadi lebih hijau, setidaknya supaya hawa panas akibat suhu tinggi di Surabaya ini dapat berkurang.
“Harapanku, semoga FIB diberi banyak lahan terbuka hijau karena di depan fakultas, sangat gersang. Bahkan, pepohonan di belakang tulisan “I LOVE FIB” ikut ketebang juga,” tutur AM.
“Harapannya, pohonnya tambah lagi. Kalau ngga gitu, dikasih payonan,” harap AL.
Penulis: Azlin Huwaida Azzahra
Editor: Hurun’in Kamila
