Jumat (24/11), HMD Bahasa dan Sastra Indonesia menyelenggarakan acara Malam Puncak MPA di Amphitheater Kampus B UNAIR dengan tema “Suara Temaram”. MPA atau Malam Puisi Airlangga merupakan program kerja dari divisi MINBAK HMD Bahasa dan Sastra Indonesia yang bertujuan untuk menggali minat dan bakat mahasiswa, terutama di bidang puisi, dan merupakan hasil eksplorasi dari etalase penyair yang diadakan setahun sekali. MPA terdiri dari dua tahap, yaitu Road to Malam Puncak dan Malam Puncak. Road to Malam Puncak adalah kegiatan pengantar sebelum Malam Puncak yang melibatkan penampilan Mimbar Bebas selama dua hari, yaitu pada Senin (20/11) di sekitar FIB dan FISIP Kampus B serta pada Selasa (21/11) di Kampus C UNAIR.
Malam Puncak MPA terbuka untuk umum dan dihadiri oleh lebih dari seratus orang yang berasal dari berbagai kalangan mahasiswa maupun masyarakat. Pada saat pembukaan, Azlin Huwaida selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa ia berharap MPA dapat menjadi wadah bermusik dan memberikan kebahagiaan bagi semua orang.
Berbagai penampilan membaca, musikalisasi, dan visualisasi puisi ditampilkan oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, serta berbagai komunitas seperti Komunitas Titik Nol, Konstanta, Teater Gapus, Grambyang Edan, Rabo Sore, dan Saung Teater. Selain itu, acara semakin menarik karena bagi siapa pun yang ingin menunjukkan bakatnya membaca puisi, dipersilakan untuk tampil di atas panggung. Acara ditutup dengan penampilan pembacaan dan musikalisasi puisi dari bintang tamu, yakni Totenk MT Rusmawan.
Reporter: Maya Ayu Nur Aini
Editor: Aulia Nurul ` Izza
