Saturday, 7 November 2026
Berita / Seputar kampus

Rekrutmen Ketua Pelaksana Festival Budaya & Dekan Cup yang Tak Kunjung Dibuka

Oleh : : - Waktu Baca 4 menit
Poster rekrutmen terbuka ketua pelaksana Fesbud dan Dekan Cup 2024. Sumber: Instagram BEM FIB Unair

Kalender sudah hampir menginjak akhir bulan Mei, akan tetapi, sampai sekarang, belum ada informasi terkait pendaftaran ketua pelaksana Dekan Cup dan Festival Budaya. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa yang sedang terjadi?

Dekan cup dan Festival Budaya merupakan dua program kerja besar yang sebelumnya berada di bawah naungan Kementerian Senbud (Seni Budaya) dan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Dua kementerian tersebut kini dilebur menjadi satu kementerian bernama Seniora (Seni dan Olahraga) dengan alasan efisiensi.

Pada kepengurusan sebelumnya, tepatnya pada tanggal 20 hingga 25 April 2024, Kementerian Seniora Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya membuka rekrutmen untuk ketua pelaksana Dekan Cup. Tidak lama setelahnya, menyusul dengan dibukanya rekrutmen terbuka untuk ketua pelaksana Festival Budaya yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 24 April.

Namun pada tahun ini, hingga memasuki bulan Mei, belum juga ada informasi mengenai rekrutmen terbuka ketua pelaksana untuk kedua program kerja tersebut. Situasi ini menimbulkan tanda tanya di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, terkait apakah kedua program kerja tahunan tersebut akan tetap terlaksana sesuai rencana atau mengalami kemunduran timeline.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Andri Muhammad Alviyan, atau yang kerap disapa Andri, selaku Wakil Menteri Kementerian Seniora, ia menjelaskan bahwa kemunduran rekrutmen terbuka ketua pelaksana kedua program kerja ini disebabkan oleh mundurnya pembentukan kabinet BEM, khususnya dalam proses pemilihan menteri dan wakil menteri.

“Karena dari kemarin pergerakan BEM tahun lalu mundur, jadi kegiatan ini menyesuaikan progres kerja BEM sendiri. Pemilihan menteri dan wakil menteri yang membuat timeline-nya mundur,” ujarnya.

Andri juga memaparkan bahwa meskipun mengalami keterlambatan jadwal, kementeriannya telah menyiapkan strategi mitigasi yakni mempercepat timeline pelaksanaan rekrutmen terbuka untuk koordinator dan panitia.

“Mempercepat timeline yang ke belakang. Yang terpenting itu sekarang kalau dari kementerian mempercepat mencari kandidat ketua pelaksana dan juga koor-koornya nantinya agar pelaksanaannya ini tidak molor-molor lagi. Target kami sebelum liburan nantinya ketua pelaksana dan koor staf sudah terbentuk,” jelasnya. Dengan cara ini, diharapkan keterlambatan yang terjadi dapat segera dikejar dan program kerja tetap terlaksana sesuai rencana.

Selain membahas kemunduran rekrutmen terbuka ketua pelaksana Festival Budaya dan Dekan Cup, Andri juga menjelaskan mengenai urgensi penggabungan dua kementerian, yaitu Seni Budaya (Senbud) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menjadi satu kementerian bernama Seniora.

Ia menyampaikan bahwa keputusan ini didasari oleh pertimbangan efisiensi, mengingat program kerja di bidang pemuda dan olahraga tidak terlalu banyak sehingga beberapa di antaranya dikurangi.

“Karena ini lebih ke efisiensi, prokernya pemuda dan olahraga nggak sebanyak itu, ada proker yang dikurangi,” ujarnya.

Selain itu, langkah penggabungan ini juga meniru struktur yang sudah diterapkan di tingkat BEM Universitas, di mana sudah terbentuk kementerian Seniora sebagai contoh.

Dengan segala dinamika yang terjadi, harapan besar tertuju pada Kementerian Seniora agar mampu mengeksekusi rangkaian program kerja ini tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pelaksanaannya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya pun menantikan kiprah nyata dari pengurus BEM untuk memastikan Festival Budaya dan Dekan Cup tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses seperti yang direncanakan.

Reporter: Syifa, Luvian, Pingkan

Editor: Najmi

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *