Judul Buku : Perfume: The Story of A Murderer
Penulis : Patrick Suskind
Penerbit : Matahari
Tahun Terbit : 2016
Cetakan : Pertama
Penerjemah: Bima Sudiarto
Jumlah Halaman : 360 halaman
Perfume: The Story of A Murderer (Das Parfum: Die Geschichte eines Morders) sebuah novel yang ditulis oleh Patrick Suskind dan dirilis pada tahun 1985. Genre dari buku ini adalah serial thriller dan misteri, termasuk fiksi historikal yang berlatar di Prancis abad ke-18. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Bima Sudiarto pada cetakan pertama tahun 2016 oleh penerbit Matahari, dengan cover buku sedikit banyak menggambarkan inti cerita, yaitu gambar seorang perempuan atau wanita dengan latar bernuansa hitam dengan aksen. Di belakang wanita tersebut ditaruh semburat bunga anggrek berwarna merah dan kelopak bunga bertebaran seakan mengatakan wanita itu wangi bak bunga. Seperti review yang tertera pada cover dari The New York Times “Sebuah kisah tentang seorang genius yang kriminal… Luar biasa.” Novel ini terbagi menjadi empat bagan, yang setiap bagannya menceritakan masa kehidupan berbeda sang tokoh utama, Jean-Baptiste Grenouille.
Bagan pertama novel bercerita tentang Jean-Baptiste Grenouille, yang lahir tanpa memiliki bau tubuh layaknya bayi maupun manusia pada umumnya. Sebagai imbalannya, ia dianugrahi kemampuan indra penciuman diluar nalar—luar biasa. Kemampuannya membuat Grenouille memilah-milah seluruh variasi bau yang pernah ada, semua bau dapat ia setor tanpa adanya penggandaan dan kesalahan. Pada bagan ini, menceritakan secara detail kehidupan Grenouille bayi hingga remaja. Dimulai dari ia dilahirkan di pasar ikan, ia ditinggal ibunya begitu saja, sang ibu berharap anaknya mati saja seperti anak-anaknya sebelumnya. Pada akhirnya sang ibu dikenakan hukum mati dengan tuduhan aborsi dan pembunuhan anak (yang memang benar begitu adanya).
Setelah dioper kesana-kemari karena tidak ada yang sudi menerima Grenouille, si bayi tanpa bau, ia tumbuh dan memahami lingkungan dengan indera penciuman, ia mensetor berdasarkan keunikan benda dalam ingatan, puluhan ratusan ribu aroma spesifik mampu ia ingat. Kemudian, ia mulai bekerja sebagai tenaga kerja kasar rendahan setelah dijual oleh ibu asuhnya kepada seorang penyamak kulit. Grenouille terus berkembang menjelajah dan memperluas pengetahuan ingatannya tentang aroma disekitarnya, khususnya sekitar tempatnya bekerja, karena ia tidak dapat pergi jauh bila tidak mendapatkan izin dari pekerjanya. Semua berjalan wajar dan normal, menikmati tulisan keadaan Prancis pada abad 18-an yang penuh dengan kekerasan kehidupan sekaligus kelembutan dengan pojok keburukan Prancis disetiap gang yang diselingi sepotong demi sepotong politik, sampai ketika hari ulang tahun penobatan Raja Prancis, ia menangkap sekelebat aroma yang belum pernah sekalipun ia temui, melahirkan obsesi dan mendorongnya untuk mendapatkannya, membawanya untuk menciptakan parfum agung. Yaitu, aroma dari perawan muda yang cantik.
Cerita berlanjut pada masa Grenouille bekerja di toko parfum. Ia—dengan terpaksa—mulai belajar cara membuat formula parfum dan variasi cara penyulingan. Jarang dijumpai cerita yang berlatar pada abad 18-an, ditambah indah dan uniknya proses pembuatan parfum dan penyulingan yang dikemas dengan apik itu membuat penulis terpukau dengan seluruh detail yang ada.
Novel ini benar-benar menjelaskan hampir segala hal dengan sense aroma, menjadikan sebuah novel yang orisinil, unik, menarik, gila and twisted. Sejak awal buku bercerita selalu diselipi dengan penggambaran sesuatu dengan aroma secara literal dan blak-blakan, tidak ada yang ditutupi sama sekali, semua terekspos. Suskind dapat menuliskan keadaan, suasana, gedung, gang kecil, selokan, sayuran busuk, jeroan ikan, tanaman herbal, kaca dingin ataupun benda-benda lain sampai adegan pembunuhan berantai Grenouille melalui aromanya dan selalu menemukan padanan antara aroma dengan benda yang ditulis begitu indah dan mengalir, penulis dibuatnya kagum serta paham dengan rangkaian kalimat itu. Sebuah pengalaman membaca yang aneh, disturbing, creepy, namun memukaukan dengan tidak ada kata jenuh ketika membacanya.
Penulis: Salma
