[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 23/9/2022]
Madura dalam kacamata luar dikenal sebagai sekelompok masyarakat yang keras, banal, dan gemar berbuat onar. Stigma-stigma tentang gaya hidup masyarakat Madura yang beredar, tentu saja tidak sepenuhnya benar. Stigma itu lahir dari sebuah kejadian khusus yang digeneralisasi. Namun, terlepas dari semua stigma itu terdapat satu gaya hidup yang diamini oleh hampir seluruh masyarakat Madura. Rokok menjadi figur keakraban dalam sistem sosial masyarakat mereka. Rokok memegang peranan penting dalam hubungan sosial masyarakat Madura. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat Madura yang selalu melibatkan rokok dalam tiap aktivitas mereka dari sekadar bertamu, menghadiri undangan, bahkan sampai waktu-waktu bekerja seperti bertani maupun melaut.
Ada sebuah pepatah di Madura yang menggambarkan pentingnya peranan rokok, “ye mon a klambhi ye a songko’, ye mon ngopi ye a roko’” yang berarti “jika memakai baju ya memakai peci, jika minum kopi ya merokok”. Pepatah tersebut terlepas dari diketahui atau tidak keberadaannya oleh masyarakat Madura, telah menjadi sebuah kebiasaan. Segalanya melibatkan rokok, bahkan di beberapa tempat rokok menjadi sebuah “bingkisan” untuk menyambut tamu undangan. Biasanya dalam beberapa acara syukuran, para tamu yang hadir akan disambut dengan sebatang rokok yang kemudian dibakar setelah sesi ramah tamah selesai. Untuk perokok, merokok selepas makan merupakan kenikmatan. Terlebih lagi jika itu dilakukan bersama secangkir kopi dan kawan-kawan. Di luar efek yang ditimbulkan oleh rokok, masyarakat Madura tetap menggunakannya sebagai media silaturahmi dalam sistem sosialnya.
Masyarakat Madura tak selalu tentang kekerasan, kebanalan, ataupun keonaran. Terdapat kasus-kasus khusus yang dilakukan oleh masyarakat Madura terkait dengan hal-hal tersebut. Namun, tentunya hal tersebut belum cukup untuk digeneralisasi. Ada sisi lain dari masyarakat Madura yang juga dikenal oleh masyarakat luas, yakni rasa saling memiliki antar individu. Tentu saja dibalik perasaan tersebut seperti yang sudah dijabarkan di atas, rokok terlibat banyak dalam kehidupan masyarakat Madura.
Penulis: Muhammad Jibril
Editor: Ini Tanjung Tani
