Saturday, 7 November 2026
Berita / Luar kampus

“Saya paksakan dewan untuk menemui kita”: Aksi Mayday 2026 Buat Komisi A DPRD Jatim Turun Lapangan

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
Sumber: dokumen pribadi - Agiesya

Rintik gerimis dan kalutnya debu jalanan menyelimuti suasana di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dalam Peringatan Hari Buruh (Mayday) 2026 pada Jumat, 1 Mei 2026. Aksi yang diikuti oleh aliansi buruh serta mahasiswa itu mengusung tujuh tuntutan yang dilayangkan kepada wakil rakyat. Sebelumnya, aksi ini telah diskemakan oleh koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jawa Timur bersama dengan BEM SI se-Jawa Timur, BEM UNAIR, serta KAM UNESA sebagai fasilitator yang membersamai perwakilan rakyat dalam menyampaikan tuntutan. Kiranya ada sekitar 400 massa yang terdiri dari kalangan aliansi buruh, mahasiswa, dan komunitas pekerja lepas yang menyuarakan aspirasinya di depan gedung DPRD Jawa Timur dari siang hingga sore hari. 

Berbagai aspirasi dan kritik dari massa buruh meliputi sederet tuntutan, antara lain kritik terhadap outsourcing, undang-undang yang kurang tegas terhadap kesejahteraan buruh, dan minimnya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat yang seharusnya mereka wakilkan. “Tuntutan-tuntutan Mayday tahun ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya: hapuskan outsourcing di negeri ini, hapus UU Omnibus Law karena UU tersebut tidak sesuai harapan-harapan kaum buruh,” ujar Syaifuddin selaku koordinator Hari Buruh 1 April 2026. 

Aksi unjuk rasa ini diawali dengan sejumlah orasi di depan gedung DPRD Jawa Timur. Terdapat lima orator yang menggaungkan suaranya, tiga diantaranya pihak KASBI dan dua dari pihak mahasiswa. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan instruksi membentuk lingkaran dan menyanyi bersama. Lagu Pembebasan Buruh Tani karya Bram Tobing dinyanyikan sembari berbagai bendera berkibaran di atas kepala massa.

Tidak lama kemudian, Yordan M. Batara-Goa selaku komisi A DPRD Jawa Timur datang dengan pengawalan ketat, lalu duduk di tengah-tengah massa. Kedatangan pihak DPRD ini mengundang beragam kritik, tuntutan, serta umpatan dari massa. “Dut, gendut!” Teriak salah seorang massa.

Menurut Syaifuddin, salah satu alasan pemilihan Gedung DPRD Jawa Timur sebagai lokasi aksi adalah karena adanya paksaan dari pihak KASBI kepada pihak DPRD untuk menemui massa. “Kemarin yang tahun-tahun lalu kita di Grahadi tidak ada yang menemui. Kalau begitu, terus aksinya ngapain? Makanya saya kemarin sebagai koordinator KASBI Jatim: ‘ayolah kita ubah ke DPRD!’ Saya paksakan dewan untuk menemui kita. Gitu. Ini kan menunjukkan bahwa dewan harus menemui kita. Dewan jangan libur,” ujar Syaifuddin.

Setelah kurang lebih setengah jam, pihak DPRD beranjak dari tengah-tengah massa. Kepergian mereka diiringi dengan teriakan keluhan.

Sebagai penutup, tarian selebrasi pada pukul 16.52 menandai akhir dari Peringatan Mayday 2026 di Surabaya. 

Penulis: Age, Aldani, Dinda, Rani
Editor: Agiesya, Sam

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *