[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 25/8/2022]
Karya : Ilham Baskoro
Aku, sebagai calon sejarawan
Tentu sangat suka belajar perang dunia
Tapi, dari situ aku juga belajar
Bahwa perang bukanlah seindah yang diglorifikasikan
Perang adalah momentum manis
Kesempatan menginjak-injak HAM dan kemanusiaan
Dengan legal dan didukung penuh penguasa
Lalu dia berpropaganda ria
Untuk menumbalkan kelompok lain
Yang dia bingkai sebagai musuh kelompoknya sendiri
Ya! Itulah si musuh sejati kemanusiaan!
Wahai saudara-saudaraku sesama manusia!
Inilah pentingnya sejarah
Kau tak perlu dibohongi dua kali
Untuk tahu, betapa omong kosongnya mulut diktator hingga oligarki itu
Patriotisme hanyalah omong kosong!
Bila dia melegitimasi pembantaian, perbudakan, hingga mematikan rasa kemanusian
Ingatlah!
Kau itu manusia!
Bukanlah pembunuh bayaran!
Bukanlah mesin penjilat perintah atasan
Yang demi sesuap nasi
Kau rela menampar mulut manusia kritis!
Rahayu! Wahai yang katanya manusia!
Bukalah matamu!
Jernihkan otakmu!
Buka lebar daun telingamu!
Maka kau akan paham dengan jelas
Apa yang seharusnya kau perjuangkan
Ikutlah bersamaku di garis depan!
Bersumpah membela nilai kemanusiaan dan HAM
AYOH! Dengarkan deklarasiku!
Demi manusia dan kemanusiaan
Aku bersumpah!
Mulai saat ini
Aku tak akan berpihak pada ideologi, suatu bangsa, kelompok politik
Maupun kelompok lain si penginjak kemanusiaan
Tapi aku bersumpah!
Untuk selalu berpihak pada nilai kemanusiaan
Sesuai baktiku
Pada Tuhan yang menciptakanku
Dengan segenap kasih sayang dan kebaikan
Sang pemberi rahmat bagi seluruh semesta alam.
