Thursday, 5 November 2026
Puisi / Sastra

Sumpahku Padamu, Wahai Kemanusiaan!

Oleh : : - Waktu Baca 4 menit
Gas mask 469217
Sumber: pixabay.com/ Lukasz Dylka

[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 25/8/2022]

Karya : Ilham Baskoro

Aku, sebagai calon sejarawan

Tentu sangat suka belajar perang dunia

Tapi, dari situ aku juga belajar

Bahwa perang bukanlah seindah yang diglorifikasikan

Perang adalah momentum manis

Kesempatan menginjak-injak HAM dan kemanusiaan

Dengan legal dan didukung penuh penguasa

Lalu dia berpropaganda ria

Untuk menumbalkan kelompok lain

Yang dia bingkai sebagai musuh kelompoknya sendiri

Ya! Itulah si musuh sejati kemanusiaan!

Wahai saudara-saudaraku sesama manusia!

Inilah pentingnya sejarah

Kau tak perlu dibohongi dua kali

Untuk tahu, betapa omong kosongnya mulut diktator hingga oligarki itu

Patriotisme hanyalah omong kosong!

Bila dia melegitimasi pembantaian, perbudakan, hingga mematikan rasa kemanusian

Ingatlah!

Kau itu manusia!

Bukanlah pembunuh bayaran!

Bukanlah mesin penjilat perintah atasan

Yang demi sesuap nasi

Kau rela menampar mulut manusia kritis!

Rahayu! Wahai yang katanya manusia!

Bukalah matamu!

Jernihkan otakmu!

Buka lebar daun telingamu!

Maka kau akan paham dengan jelas

Apa yang seharusnya kau perjuangkan

Ikutlah bersamaku di garis depan!

Bersumpah membela nilai kemanusiaan dan HAM

AYOH! Dengarkan deklarasiku!

Demi manusia dan kemanusiaan

Aku bersumpah!

Mulai saat ini

Aku tak akan berpihak pada ideologi, suatu bangsa, kelompok politik

Maupun kelompok lain si penginjak kemanusiaan

Tapi aku bersumpah!

Untuk selalu berpihak pada nilai kemanusiaan

Sesuai baktiku

Pada Tuhan yang menciptakanku

Dengan segenap kasih sayang dan kebaikan

Sang pemberi rahmat bagi seluruh semesta alam.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *