Thursday, 5 November 2026
Berita / Luar kampus

Tuntutan Buruh dan Peringatan Hari Buruh Internasional: Aksi May Day 2024, Surabaya

Oleh : : - Waktu Baca 6 menit
Aksi May Day 2024 Surabaya 1
Aksi May Day 2024 Surabaya
Sumber: Dokumen pribadi/Ayu Saraswati

Hari Buruh Internasional diperingati setiap tanggal 1 Mei, ribuan buruh dari berbagai belahan dunia mengadakan unjuk rasa untuk menyoroti isu-isu penting yang memengaruhi pekerja. Dalam aksi May Day tahun ini, peserta dari berbagai profesi dan latar belakang bergabung dalam demonstrasi yang tersebar di kota-kota besar dan pusat industri. Aliansi dari berbagai elemen sipil di Surabaya mengadakan Aksi Damai pada Rabu (1/05/2024) dengan titik kumpul Taman Bungkul, Surabaya pukul 09.00 WIB dan titik akhir di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Tema yang diangkat pada aksi May Day tahun ini ialah “Wujudkan Kesejahteraan dan Kedaulatan Rakyat”.

Pukul 12.50 para massa aksi May Day mulai berdatangan di depan Gedung Negara Grahadi, antara lain YLBHI Surabaya, KASBI Jatim, GMNI FH Unair, SMHI FH Unair, LAMRI, Perpustakaan Jalanan Surabaya, Paramedis Jalanan Surabaya, Amnesty Unair, BEM Unair, ISBS, WALHI Jatim, BEM FIB Unair, BEM FISIP Unair, Pembebasan Surabaya, Aliansi Mahasiswa Papua Surabaya, UINSA, Savy Amira, BEM ITS, BEM FISIP UPNV Jatim, Institut Seni Tambak Bayan, GMNI UNESA, Komite Persiapan Sindikasi Surabaya, KAM Unesa, BEM Vokasi Unair, dan FNKSDA Surabaya, mereka semua merupakan aliansi dari berbagai elemen sipil di Surabaya yang mengikuti Aksi Damai. Aliansi ini disebut dengan Aliansi BARA API (Barisan Rakyat Anti Penindasan). Endang yang merupakan salah satu Aliansi BARA API menyampaikan, “Terbentuknya aliansi ini karena melihat kondisi hak buruh yang banyak direbut, Aliansi ini dibentuk tanpa mengandung unsur praktik politik dan tidak ada salah satu partai buruh yang ikut, hanya terdapat masyarakat rakyat, mahasiswa, dan buruh.”

Massa Aksi Damai yang terlibat menyusuri sepanjang Jalan Gubernur Suryo sembari meneriakkan kata “lawan!” dan mengibarkan bendera elemen mereka masing-masing. Orasi pertama dilakukan oleh seorang buruh asal Banyuwangi, beliau menyampaikan, “Saya berada di sini ingin meraih keberhasilan kaum buruh di Kabupaten Banyuwangi dengan membawa hasil sebaik-baiknya, terima kasih kepada kepada teman-teman dari semua aliansi yang ada sehingga saya bisa berada disini untuk mengikuti Aksi May Day.” Selanjutnya orasi lainnya juga dilakukan oleh massa yang mengikuti Aksi Damai kali ini, mulai dari KASBI, LAMRI, BEM ITS, BEM Unair, dan lain sebagainya yang merupakan Aliansi dari BARA API, mereka bersama meneriakkan kesejahteraan untuk buruh. Senja dari Aliansi BARA API menyebutkan bahwa pada aksi kali ini memakai dua metode, yaitu aksi massa dan panggung rakyat yang berisi penampilan seni dan orasi, hal itu dilakukan agar aksi May Day kali ini terlihat lebih menarik. Penampilan seni berisi kegiatan seperti pertunjukan puisi, musik, treatikal dan pameran seni rupa.

Aliansi BARA API membawa sejumlah 27 tuntutan, antara lain:

  1. Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja dan PP turunannya;
  2. Stop PHK dan pemberangusan serikat buruh;
  3. Berlakukan upah layak nasional, secara adil dan bermartabat, serta cabut PP 51 2023;
  4. Tolak sistem kerja kontrak, outsourcing, sistem kerja magang, dan sistem mitra palsu bagi driver online dan ojol;
  5. Lindungi buruh perempuan, stop pelecehan dan kekerasan di tempat kerja;
  6. Berlakukan day care dan ruang laktasi bagi buruh perempuan;
  7. Berlakukan cuti ayah bagi buruh laki-laki saat istri melahirkan;
  8. Jamin dan lindungi hak-hak buruh perkebunan sawit, perkebunan karet, perkebunan tebu, dll;
  9. Jamin dan lindungi hak-hak buruh migran, pekerja perikanan, kelautan, dll;
  10. Berlakukan pengangkatan seluruh pegawai honorer/ pegawai PHL di pemerintahan menjadi pegawai tetap negara dengan gaji yang layak;
  11. Stabilkan harga beras dan harga-harga sembako lainnya;
  12. Tolak kenaikan harga BBM, TDL, dan tarif tol;
  13. Stop represifitas dan kriminalisasi terhadap aktivis, tenaga kesehatan, dan jurnalis;
  14. Wujudkan pendidikan gratis dan ilmiah bagi seluruh rakyat dan tolak industrialisasi pendidikan;
  15. Wujudkan reforma agraria sejati, tolak sistem bank tanah, usir setan-setan tanah;
  16. Jaga kelestarian lingkungan hidup; tolak perampasan dan penggusuran tanah-tanah rakyat;
  17. Bangun industri nasional yang kuat di bawah kontrol rakyat;
  18. Tegakkan demokrasi sejati, tolak politik dinasti;
  19. Berikan jaminan sosial bagi seluruh pekerja;
  20. Sahkan RUU PPRT;
  21. Wujudkan keadilah dan kesetaraan kerja bagi disabilitas sesuai UU No. 8 tahun 2016;
  22. Tolak diskriminasi SARA di lingkungan kerja;
  23. Wujudkan program rumah murah bagi kelas pekerja;
  24. Jamin dan lindungi; keselamatan kerja bagi kelas pekerja di sektor kognitif, kreatif, dan budaya;
  25. Berikan hak untuk menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa Papua;
  26. Revisi UU UMKM secara adil dan bermartabat bagi pekerja UMKM;
  27. Lindungi dan akui secara hukum pekerja lepas

Tuntutan yang mereka ajukan di atas sangat merepresentasikan kesejahteraan bagi seluruh kaum buruh, sebab pemerintah dirasa selalu menolak untuk berpihak kepada rakyat, maka hari ini harusnya menjadi momentum perlawanan, pemberontakan atas penindasan. Dengan demikian, Aksi May Day tahun ini tidak hanya menjadi panggung bagi tuntutan perbaikan kondisi kerja, tetapi juga sebuah panggilan untuk solidaritas global dan perubahan nyata dalam menjaga martabat dan hak-hak pekerja di seluruh dunia. Semangat perjuangan dan aspirasi akan terus menggelora, mendorong untuk terus bergerak menuju masa depan di mana setiap pekerja dihormati, dilindungi, dan diberikan kesempatan yang setara dalam masyarakat yang adil dan berkeadilan.

Reporter: Ayu Saraswati

Editor: Henik Fuji R

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *