Thursday, 5 November 2026
Seputar kampus

Unik, Diskusi Praktik Nepotisme Dalam Serial Naruto Ala  Mahasiswa Ilmu Sejarah Unair

Oleh : : - Waktu Baca 3 menit
N
Sumber: istimewa

[Telah dimuat dalam lpmsitus.fib.blm.unair.ac.id pada 2/10/2021]

Diskusi tentunya sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa sebagai salah satu aset intelektual bangsa yang melahirkan pemikiran cerdas dan kreatif. Diskusi mahasiswa biasanya selalu membicarakan isu-isu politik atau seputar kebijakan pemerintah yang tidak selalu menguntungkan rakyat kecil. Namun, ada yang unik dan menarik dari diskusi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Ilmu Sejarah Universitas Airlangga. Diskusi dengan judul “Praktik Nepotisme Dalam Serial Naruto” mengundang banyak perhatian dari para mahasiswa, khususnya mereka yang menyukai dunia anime. Poster diskusi ini pun sempat ramai di media sosial beberapa hari lalu serta mendapat banyak tanggapan positif.

Diskusi yang dilaksanakan pada pada malam minggu pukul 19.00 WIB ini (25/09) dilakukan secara virtual menggunakan Zoom Meeting serta disiarkan langsung melalui kanal Youtube Prodi Ilmu Sejarah Unair. Peserta diskusi ini juga tidak tanggung-tanggung, untuk Zoom sendiri dihadiri sebanyak 200 peserta lebih, sedangkan peserta streaming di kanal Youtube lebih dari 100 orang. Yang menarik, selain mengulas praktik nepotisme yang ada di dunia Naruto, diskusi ini juga membahas oligarki yang sebenarnya mirip dengan beberapa situasi politik yang dialami Indonesia.

“Situasi sejarah Desa Konoha (desa fiktif dalam anime Naruto) kami jadikan referensi karena memiliki kemiripan situasi dengan kejadian politik yang berada di dunia nyata. Melalui pembahasan sejarah fiksi, kami harap bisa membuka pikiran kritis kawan-kawan dengan alur yang santai sehingga mudah dipahami”, jawab Kepala Divisi Kajian Aksi dan Staregis (Kasta) HMD Ilmu Sejarah, Rizky Ramadhan saat ditanyai alasan pemilihan topik diskusi.

Ketua HMD Ilmu Sejarah, Azka Baihaqi menambahkan bahwa diskusi ini tercetus awalnya iseng saja karena selama ini diskusi yang diselanggarakan  terpaku pada negara, politik, dan pergerakkan mahasiswa. Suasana yang monoton tersebut akhirnya melahirkan ide diskusi kali ini.

Pemantik diskusi sendiri adalah salah satu mahasiswa Ilmu Sejarah Unair, Nataniel Wiratma dan juga alumni dari ilmu sejarah sendiri, yaitu Ryan Pratama. Diskusi yang berlangsung selama 2 jam ini memantik para peserta untuk bertanya serta memberikan argumen masing-masing menjadikan diskusi ini sangat interaktif.

Azka sendiri tidak menyangka akan menjadi ramai, awalnya ia hanya menarget 60 peserta saja, tetapi tidak disangka lebih dari 200 peserta yang hadir dalam Zoom Meeting. Hingga menjelang pukul 21.00 WIB peserta masih sangat antusias.

“Mas adakan diskusi seperti ini lagi dong”, komentar username Nana Sama di akhir acara. Azka juga menambahkan pihak HMD Ilmu Sejarah juga akan mengadakan diskusi rutin terkait budaya pop culture, baik di Indonesia maupun manca negara. Ia berharap dengan adanya diskusi ini bisa menghibur peserta yang hadir dalam Zoom maupun Youtube. “Harapanku semoga temen-temen yang hadir bisa mendapat wawasan baru dan juga terhibur dengan diskusinya HMD”, (26/09)  ungkap Azka.

Penulis: Ini Tanjung Tani
Editor: Salsha Okta Fairuz

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *