Senin (21/8), PKKMB Universitas Airlangga melanjutkan rangkaian acara dengan Amerta Candradimuka. Acara dimulai di Airlangga Convention Center (ACC) lalu bergeser ke Gedung Kuliah Bersama (GKB) untuk sesi display UKM. Selain mendapat materi, tentunya agenda PKKMB tidak lepas dari rentetan penugasan.
Tidak sedikit mahasiswa baru yang mengeluhkan tugas ospek yang dirasa kurang jelas hingga berujung pada miskomunikasi. Salah satunya adalah instruksi penulisan materi yang kurang rinci dan kesulitan mahasiswa baru dalam pengerjaan tugas LinkedIn yang seringkali eror, tetapi memiliki deadline yang mepet.

Mecca, mahasiswa baru dari FIB, menyayangkan timeline penugasan ospek universitas dan ospek fakultas yang berbarengan sehingga menyebabkan mahasiswa baru kalang kabut dalam pengerjaannya. Apalagi pelaksanaan Amerta Candradimuka dan ospek fakultas yang tidak memiliki jeda makin membuat waktu beristirahat mahasiswa baru berkurang. Sebab tidak hanya menghadiri rangkaian acara dari pagi hingga sore, tetapi juga harus mengerjakan tugas yang terlampau banyak dari ospek universitas dan ospek fakultas.
Amerta Candradimuka sendiri berlangsung selama dua hari, sementara ospek fakultas dilaksanakan di hari berikutnya. Penugasan memang sudah diumumkan jauh-jauh hari, tetapi pengumpulan untuk tugas ospek universitas dan tugas ospek fakultas yang berbarengan perlu dievaluasi. Akhtar, mahasiswa baru dari FISIP, berharap dalam Amerta ini diberikan jeda untuk pengerjaan tugas sehingga mahasiswa baru tidak tertekan dalam mengerjakannya.
Namun, disamping kesulitan mengatur waktu akibat penugasan yang membludak, Akhtar dan Mecca merasa bahwa Amerta tahun 2023 menyenangkan dan sukses. Menurut mereka, salah satu hal yang menjadi poin menarik adalah pada hari penyampaian materi PKKMB seluruh mahasiswa baru disebar di berbagai tempat di Universitas Airlangga. Melalui kesempatan ini mereka dapat berbaur dan berkenalan dengan mahasiswa baru lainnya sehingga memperluas relasi dengan terus bergantinya kelompok selama PKKMB.
Reporter : Arinda Risma Wardani dan Dwi Anggun Safitri
Editor : Maya Ayu Nur Aini
